BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Tren investasi berkelanjutan semakin diminati di Indonesia. Bank BJB membuktikan hal ini melalui penawaran Sustainability Bond Tahap II pada awal 2026, yang mendapat respon luar biasa dari investor domestik maupun institusi.
Permintaan Investor Capai Hampir Rp1 Triliun
Total permintaan investor hingga penutupan bookbuilding pada 2 Maret 2026 mencapai Rp932,4 miliar. Angka ini menegaskan antusiasme pasar terhadap instrumen obligasi ramah lingkungan yang menawarkan pertumbuhan berkelanjutan.
Obligasi ini hadir dalam dua seri:
Seri A: Tenor 3 tahun, kupon indikatif 5,45%–6,05%
Seri B: Tenor 5 tahun, kupon indikatif 5,70%–6,30%
Peringkat idAA (Double A) dari Pefindo memperkuat kepercayaan investor terhadap kapasitas finansial emiten, sementara SDGs Hub Universitas Indonesia menilai kerangka obligasi ini “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan.”
Dana Fokus pada Proyek Lingkungan dan Sosial
Sesuai regulasi POJK Nomor 18 Tahun 2023, seluruh dana obligasi dialokasikan untuk dua sektor utama:
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
Hingga akhir 2025, portofolio berkelanjutan telah menembus Rp14,3 triliun, mendukung sektor UMKM, pemberdayaan sosial, dan proyek mitigasi perubahan iklim.
Komitmen Net Zero Emission
Selain mengelola dana investasi, pihak bank juga fokus pada pengelolaan emisi internal untuk mencapai Net Zero Emission, termasuk melalui pembelian unit karbon di Bursa Karbon Indonesia. Bank juga menyelesaikan Climate Risk Stress Test (CRST) untuk memastikan risiko perubahan iklim menjadi bagian integral manajemen risiko perusahaan.
Dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kuat, langkah-langkah ini tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis inklusif tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem ekonomi, menjadikan investasi berkelanjutan sebagai pilihan cerdas bagi masyarakat dan institusi.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
