Berdasarkan data Dishub, hingga pukul 24.00 WIB jumlah kendaraan yang melintas mencapai sekitar 150.716. Angka ini melampaui H-2 Lebaran 2025 yang tercatat 142.620 kendaraan, bahkan lebih tinggi dibandingkan capaian H-3 tahun ini yang hanya 137 ribu kendaraan.
“Ini luar biasa, melebihi hari kemarin dan juga melebihi puncak arus mudik 2025,” ungkap Eric.
Meski demikian, secara kumulatif terdapat penurunan jumlah kendaraan yang melintas jalur selatan Nagreg dibandingkan tahun lalu.
Eric menyebut, sejak H-7 hingga H-2 tahun ini tercatat sekitar 574.575 kendaraan menuju arah Garut dan Tasikmalaya, sementara pada periode yang sama tahun 2025 mencapai 548.380 kendaraan.
Dishub pun memastikan bahwa puncak arus mudik telah terlewati. Hal ini terlihat dari tren penurunan volume kendaraan setelah malam puncak.
“Sudah bisa kami pastikan tadi malam menjadi puncak arus mudik. Setelah itu frekuensi kendaraan berangsur menurun,” katanya.
Menurutnya, penurunan ini juga dipengaruhi oleh sebagian masyarakat yang sudah lebih dulu tiba di kampung halaman dan merayakan Idulfitri.
Sementara itu, hingga pukul 08.00 WIB hari ini, jumlah kendaraan yang melintas di Nagreg tercatat sekitar 24.285 kendaraan.
“Sampai pukul 08.00 baru sekitar 24 ribu kendaraan melintas. Secara angka memang masih tinggi, tapi ini sudah di bawah tahun 2025 yang mencapai 38 ribu kendaraan pada periode yang sama,” pungkasnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
