Ikuti Kesuksesan United Day, Ribuan Penonton Padati Konser Kecil Tapi Party di Soreang

Deni Mulyana
Grup band metal Seringai menutup gelaran Kecil Tapi Party Jilid 3 di Archery Fiel, Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Minggu (3/5/2026). (foto: inews.id/deni mulyana)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Ribuan pecinta musik menjadi saksi kemeriahan gelaran Kecil Tapi Party Jilid 3 di Archery Fiel, Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Minggu (3/5/2026).

Mulai dari siang hari hingga hampir tengah malam, 9 grup band berbagai genre tampil memukau di atas panggung. Tiga di antara grup yang tampil tersebut merupakan band nasional, yang didaulat menjadi headliner. Sedangkan 6 band lainnya merupakan band lokal atau local hero dari kawasan Bandung Raya hingga Cianjur, yang memiliki fans base cukup besar. Ketiga band utama tersebut, yakni band 510, SLR (Sukses Lancar Rejeki), dan Seringai yang tampil sebagai punutup acara.

Konser musik hasil kolaborasi Supermusic dan Hellprint tersebut dibuka dengan penampilan Dimorphous dan Sara, mulai pukul 13.40 WIB hingga menjelang azan Asar. Lalu dilanjutkan dengan penampilan Hyper, Bleeding Tragedy, dan Bradford. Selanjutnya selepas Magrib hingga menjelang Isya, giliran Alkateri naik panggung. Gelaran yang mengambil tema Unsplit & Equal pun ditutup dengan aksi 3 headliner secara marathon, yakni 510, SLR, dan terakhir Seringai.

Acara yang merupakan rangkaian dari Supermusic United Day 9 di Bandung tersebut cukup menyedot perhatian pecinta musim cadas, khususnya dari kalangan Gen Z. Konser kali ini yang berskala lebih ‘kecil’ dibanding United Day tersebut memang dirancang sebagai ruang penghubung yang lebih personal antara audiens dan musisi. Event ini bukan sekadar konser musik biasa, melainkan sebuah pernyataan bahwa dalam musik, semua orang berdiri di derajat yang sama.

Kendati demikian, dalam skala yang berbeda, kemeriahan Kecil Tapi Party tak kalah dengan United Day yang dihadiri belasan ribu penonton. Para penonton Kecil Tapi Party pun, larut dalam kemeriahan. Nyaris semua lagu yang dibawakan para musisi dinyanyikan bersama-sama oleh penonton, terutama saat 3 headliner tampil di puncak acara pada malam harinya. Mereka berjingkrak-jingkrak dan beraksi khas pecinta musik cadas.

 

Antitesis Panggung Festival

Jika United Day 9 adalah perayaan kebersamaan dalam skala makro, maka Kecil Tapi Party lahir sebagai antitesisnya. Event ini membawa semangat kesetaraan ke level yang paling ekstrem dengan menghapus batasan antara penampil dan penonton. Di sini, musik dirayakan dalam ‘jarak nol meter’, menciptakan ruang di mana energi musisi dan energi penonton melebur tanpa sekat barikade yang kaku.

Perwakilan Supermusic Regional Bandung, Tries Pondang mengungkapkan, event Kecil Tapi Party ini memang merupakan rangkaian dari United Day pada Februari lalu memuaskan para pecinta musik di Kota Bandung dan sekitarnya. Untuk mengobati rasa rindu para pecinta musik di daerah di luar Kota Bandung, maka digelarlah Kecil Tapi Party ini di second city seperti Soreang.

Perbedaan dengan United Day, yakni dari skalanya yang lebih kecil. Mulai dari kapasitas venue yang lebih kecil, jumlah panggung yang hanya satu, jumlah band-band nasional yang juga lebih sedikit. Selain di Soreang, Kecil Tapi Party juga akan digelar di Kuningan pada 10 Mei, dan Garut pada 16 Mei 2026.

“Untuk talentnya, kita hadirkan yang memang secara fans base sangat besar di ketiga kota tersebut. Seperti 510, juga Seringai, dan SLR yang lagi digandrungi anak-anak muda sekarang. Harapannya apa yang disuguhkan talent-talent nasional ini bisa memuaskan fans base-fans base yang ada di daerah,” ujar Tries.

Promotor Hellprint Dany Kajul mengungkapkan, antusias penonton di event kali ini sangat tinggi. Tak kurang dari 3.000 tiket terjual habis, padahal sebelumnya ditargetkan hanya sekitar 2.500 tiket yang dijual seharga Rp60.000-70.000. Animo masyarakat di Garut dan Kuningan juga cukup tinggi, bahkan saat ini penjualan tiket sudah melebihi kuota.

“Di Kuningan misalnya, sekarang (pemesanan tiket) posisinya sudah di 3.000 lebih, padahal targetnya kan hanya 2.000. Sekarang saya lagi diskusi juga sama Pak Tries, apakah nambah kuota tiket atau enggak. Kalau Garut sedikit lagi tercapai, sudah mau nyampe 2.000. Tapi venue-nya di Garut kan tidak sebesar ini (Soreang),” jelas Dany Kajul.

“Kita juga mengutamakan kenyamanan penonton. Kalau terlalu padat kan enggak asyik juga. Kalau penontonnya terlalu penuh, orang enggak nyaman juga,” sambungnya.

Soal jenis musik yang ditampilkan, menurut Dany, di event ini lebih pada all genre, tidak terlalu didominasi musik rock. Karena untuk konser yang diisi 70 persen lebih musik keras akan ada di event Master of Noise mendatang. Pihaknya pun mengedepankan untuk menampilkan band-band baru sebagai upaya regenerasi. Mereka dijaring melalui submission United Day lalu, yang mancapai 460 band lebih pendaftar. Grup band yang tampil juga disesuaikan dengan karakter kota masing-masing.

“Pemilihannya berdasarkan kurasi dari hasil karya. Terus aktif di media sosial, seperti di Spotify dan lainnya. Kemarin itu total sebenarnya ada 18 (band), 15 dari Jawa Barat, 3 dari Jakarta dan Jawa Tengah. Akhirnya kita pilih yang tampil di sini 5 band yang pernah manggung di United Day,” jelas Dany Kajul.

 


Para penonton menyaksikan penampilan band Bleeding Tragedy pada gelaran Kecil Tapi Party Jilid 3 di Archery Fiel, Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Minggu (3/5/2026) sore. (foto: inews.id/deni mulyana)

Antusias Penonton Sangat Tinggi

Perhelatan Kecil Tapi Party juga mendapat apresiasi dari musisi pengisi acara. Vokalis 510, Faizal Halim Permana atau Ical mengaku tak menyangka respons penonton terhadap penampilan bandnya begitu meriah. Para penonton turut menyanyikan 9 lagu yang mereka bawakan, sambil terus bergoyang dan berjingkrak. Bahkan menurutnya, bukan hanya kaum Gen Z, tapi juga penonton yang berusia 30-40 tahun juga tampak menikmati.

“Wah, to be honest kita enggak expect, ternyata penonton pada hafal lagu kita, pada singlong (bernyanyi bersama). Tadi seru banget crowd-nya. Fun tadi, crowd-nya luar biasa Soreang. Energinya nyampe,” ucap Ical diamini sang gitaris Pras Goldinantara, kepada wartawan seusai turun panggung.

“Pengin lagi main ke sini, harus. Sayangnya cuma di Soreang doang. Semoga tahun depan dikasih kesempatan lagi tampil di KTP (Kecil Tapi Party),” sambungnya.

Senada dengan Ical, vokalis sekaligus gitaris SLR, Mahes mengatakan, konser di Bandung selalu seru dengan penonton yang sangat antusias. Ia bersama 2 rekannya, Jalil (Bass) dan Bumbum (Drum) pun mengaku puas bisa tampil di Kecil Tapi Party kali ini. “Puas puas banget. Ada kesalahan teknis dikit sih, tapi ok, yang penting bunyi, yang penting teriak,” ucap Mahes dengan nada bercanda.

Sedangkan gitaris anyar Seringai, Angga Kusuma sangat mendukung konser musik seperti ini yang digelar di second city. Seringai sendiri yang menampilkan 4 lagu, termasuk single terbarunya, berusaha menjaga ritme penonton, dengan membawakan lagu-lagu yang menjaga energi penonton tetap tinggi. “Ini event keren banget, di Soreang gitu, di second city. Harus terus diadakan, biar band-band daerah sini juga tetap keangkat,” ucap Angga. (*)

Editor : Abdul Basir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network