BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Fenomena mudik di Indonesia selalu identik dengan pergerakan massa dalam skala masif. Jalanan antarkota yang padat, antrean panjang di pelabuhan, hingga keramaian di rest area menjadi pemandangan lumrah saat masyarakat berbondong-bondong pulang ke kampung halaman. Tak hanya sekadar mudik, momen libur panjang ini juga dimanfaatkan keluarga untuk memadati berbagai destinasi wisata di berbagai daerah.
Menyikapi tingginya mobilitas masyarakat pada periode pertengahan hingga awal April 2026 ini, Bejo Jahe Merah kembali hadir mengawal perjalanan para perantau. Melalui Booth Bejo Anti Angin, mereka menargetkan titik-titik krusial arus mudik dan balik guna memastikan kondisi fisik pemudik tetap prima dan terbebas dari rasa tidak nyaman selama di perjalanan.
Menjaga Kondisi di Tengah Kelelahan Perjalanan
Perjalanan jauh dengan waktu tempuh yang sulit diprediksi sering kali menjadi pemicu utama menurunnya imunitas tubuh. Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category PT Bintang Toedjoe, Andry Mahyudi menjelaskan bahwa titik transit memiliki peran vital bagi kesehatan pemudik.
“Setiap musim mudik kita melihat bagaimana rest area, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga terminal bis menjadi titik penting bagi pemudik untuk berhenti sejenak dan memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan. Karena itu kami menghadirkan Booth Bejo Anti Angin di berbagai titik tersebut agar pemudik bisa mendapatkan dukungan untuk menjaga kondisi tubuh selama perjalanan,” ujarnya.
Belajar dari Lonjakan Pemudik Tahun Lalu
Data menunjukkan betapa besarnya skala mobilisasi ini. Pada Lebaran 2025, tercatat ada sekitar 146,48 juta orang yang bergerak di seluruh Indonesia. Lonjakan ini sangat terasa di titik-titik singgah, seperti Rest Area KM 207 Tol Palikanci yang tahun lalu mengalami kenaikan pengunjung hingga 210 persen.
Melihat fakta tersebut, tahun ini Bejo Jahe Merah menyebarkan 147 titik booth yang beroperasi di sepanjang Pulau Jawa, Sumatra, Bali, hingga Sulawesi. Posko-posko ini tidak hanya berdiri di jalur tol, tapi juga menjangkau terminal bus, pelabuhan penyeberangan, hingga pusat keramaian di tengah kota dan lokasi wisata populer.
Fasilitas Spesial untuk Relaksasi Pemudik
Di beberapa lokasi tertentu, pemudik bisa menemukan "Booth Bejo Anti Angin Spesial". Di sini, layanan yang diberikan jauh lebih lengkap untuk mengusir gejala masuk angin akibat kelelahan atau perubahan cuaca. Pengunjung bisa menikmati:
Pijat relaksasi untuk melemaskan otot yang kaku.
Sajian minuman hangat jahe merah.
Berbagai gim interaktif yang menghibur.
Kandungan jahe merah alami dengan senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol dalam produk Bejo dipercaya efektif meredakan mual dan kembung, sehingga perjalanan kembali terasa menyenangkan.
Komitmen untuk Silaturahmi yang Berkualitas
Kehadiran posko-posko ini merupakan bagian dari kampanye besar bertajuk “Silaturahmi Jangan Putus, Masuk Angin Bejo Yang Urus”. Komitmen ini bertujuan agar masyarakat bisa sampai di tujuan dengan sehat dan kembali bekerja dengan produktif setelah liburan usai.
Andry Mahyudi menekankan betapa pentingnya menjaga momen kehangatan bersama keluarga tanpa gangguan kesehatan.
“Bagi banyak orang, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga momen penuh makna untuk berkumpul kembali dengan keluarga. Kami berharap kehadiran Booth Bejo Anti Angin dapat menjadi teman singgah bagi para pemudik agar mereka bisa melanjutkan perjalanan kembali ke kampung halaman, maupun kembali ke tempat kerja dengan kondisi tubuh yang lebih nyaman tanpa masuk angin,” tutupnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
