Dokter Muda Meninggal di Cianjur, Ketua DPRD Metty Triantika Minta Evaluasi Program Internship

Agus Warsudi
Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika prihatin atas meninggalnya dokter muda peserta program internship di Kabupaten Cianjur. (Foto: Istimewa).

CIANJUR, iNewsBandungRaya.id - Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika prihatin atas meninggalnya seorang dokter muda peserta program internship di Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu.

Metty menilai peristiwa itu harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, khususnya dalam memastikan sistem penugasan tenaga medis muda berjalan dengan aman dan manusiawi.

“Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Dokter muda adalah aset bangsa yang harus dijaga, baik dari sisi profesional maupun keselamatan kerja mereka,” kata Metty, Senin (30/3/2026).

Bendahara Umum DPD Partai Golkar Jabar ini menegaskan, program internship di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia harus dievaluasi menyeluruh. 

"Terutama terkait standard beban kerja, jam tugas, dan dukungan fasilitas yang diterima peserta program," ujar Metty.

Metty menyatakan, DPRD Cianjur akan mendorong langkah konkret untuk memastikan perlindungan terhadap tenaga kesehatan, termasuk dokter muda yang tengah menjalani masa pengabdian di daerah.

“Jangan sampai kejadian ini terulang. Sistem harus hadir memberikan rasa aman dan keadilan bagi mereka yang berada di garis depan pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman kepada media mengatakan, dokter internship berinisial AMW (26) yang bertugas di Cianjur, meninggal dunia setelah mengalami gejala suspek campak dengan komplikasi berat. 

Almarhum AMW sempat mengalami demam, ruam merah, dan sesak napas sebelum dinyatakan meninggal dunia meski telah mendapatkan penanganan maksimal di RSUD Cimacan.

“Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cianjur telah melakukan penyelidikan epidemiologi. Termasuk penelusuran kontak erat, penilaian risiko penyebaran, dan pemberian vitamin A sebagai langkah pencegahan,” kata Aji.

Aji menyatakan, campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga berisiko fatal pada orang dewasa. Terutama yang belum memiliki kekebalan atau riwayat vaksinasi.

Editor : Abdul Basir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network