BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Raihan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Bandung Barat pada Pemilu 2024 mencapai 117.918 suara.
Jumlah tersebut melonjak 48% dibandingkan Pemilu 2019 dimana PKB di KBB hanya meraih 79.479 suara.
Atas capaian itu PKB di KBB meraih enam kursi dan menempatkan wakilnya di kursi wakil ketua DPRD.
“Ini adalah mandat rakyat yang berat namun mulia. Rakyat menaruh harapan besar di pundak kita,” kata Ketua DPC PKB KBB Asep Dedi di acara Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Lembang, Rabu (8/4/2026) malam.
Ia mengungkapkan lonjakan suara signifikan pada Pemilu Legislatif 2024 tersebut bisa tercapai berkat program unggulan berbasis “politik kehadiran”.
Kredo “Bangkit, Solid, Menang” bukan sekadar jargon seremonial, melainkan denyut nadi perjuangan partai dalam politik kehadiran.
PKB KBB, kata dia, hadir tidak hanya saat pemilu, tetapi terus mengabdi dengan misi mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur– daerah yang makmur, adil, dan diridhai Allah SWT.
Militansi kader menjadi fondasi utama menghadapi berbagai tantangan politik. Termasuk penguatan struktur partai yang kini mengakar hingga ke tingkat ranting dan anak ranting di 165 desa se-KBB. Serta pergerakan dari badan otonom dan sayap-sayap partai.
Program unggulan lainnya adalah Gerak Tanggap Darurat, yang menghadirkan armada ambulans dan mobil siaga di setiap daerah pemilihan (Dapil).
“Kami ingin memastikan ketika rakyat membutuhkan akses kesehatan darurat, PKB adalah pihak pertama yang hadir, siaga 24 jam tanpa memandang latar belakang,” tegasnya.
Sementara Wakil Ketua Umum DPP PKB, Dr. Jazilul Fawaid, Al Hafiz, SQ., MA., yang hadir dalam Muscab mewakili Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin menyampaikan, diutus ke KBB karena menjadi salah satu daerah yang berprestasi.
Dalam pidatonya, Gus Jazil menegaskan bahwa PKB tidak bisa dipisahkan dari para ulama. Sehingga ulama bukan sesuatu yang bisa dipisahkan dengan PKB.
Ia mengingatkan bahwa politik kebangsaan saat ini cukup berat karena tantangan zaman yang terus berubah.
"Saya berharap muscab ini menjadi ajang menurunkan berbagai pemikiran dan konsep ulama, dan PKB harus didasari oleh konsep tauhid dan keimanan," tuturnya.
Lebih lanjut, Gus Jazil menyampaikan dua pesan penting dari Ketua Umum Gus Muhaimin kepada seluruh kader PKB khususnya di Bandung Barat, turun ke lapangan sebagai pelayan dan kader PKB harus naik kelas.
"Hendaklah anda turun ke lapangan menjadi pelayan di samping petani, buruh, dan rakyat kecil lainnya. Lalu tidak cukup anda menjadi pelayan, tetapi kader PKB harus naik kelas, yaitu memimpin di manapun levelnya," pesannya. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
