“Penanganan satwa dilakukan oleh tim dokter hewan secara terkoordinasi dan terus dipantau perkembangannya. Secara umum kondisi satwa dalam keadaan terkendali dan seluruh langkah penanganan dilakukan berdasarkan pertimbangan medis yang komprehensif,” ucap Gin Gin, Rabu (29/4/2026).
“Ke depan, dukungan kolaborasi dari berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa tentunya masih sangat kami perlukan,” lanjutnya.
Keterlibatan tim Vantara dalam kegiatan ini bersifat kolaboratif, dengan memberikan dukungan teknis dan berbagi pengalaman internasional dalam pengelolaan kesehatan satwa.
Pendekatan ini sejalan dengan berbagai kerja sama yang telah dilakukan Vantara bersama pemerintah Indonesia, termasuk dengan Kementerian Kehutanan dalam penanganan kesehatan satwa liar dan penguatan fasilitas konservasi.
Tim veteriner Vantara, drh. Shafira Permata menyampaikan bahwa kolaborasi antarpraktisi menjadi elemen penting dalam memastikan kualitas penanganan kesehatan satwa.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
