BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kualitas akademik dengan mengukuhkan empat Guru Besar dalam Sidang Terbuka Senat Diperluas yang digelar di Aula Unisba, Kamis (30/4/2026).
Empat akademisi yang dikukuhkan masing-masing adalah Prof. Dr. Ratna Januarita (Hukum Kontrak), Prof. Dr. Sri Suwarsi (Manajemen Sumber Daya Manusia), Prof. Dr. Dini Dewi Heniarti (Hukum Acara Peradilan Khusus), dan Prof. Dr. Lina Jamilah (Hukum Jaminan).
Rektor Unisba, A. Harits Nu’man, menyebut pengukuhan ini bukan sekadar capaian individu, tetapi menjadi energi baru bagi institusi dalam menjawab tantangan zaman.
“Guru Besar bukan hanya simbol capaian akademik tertinggi, tetapi juga motor penggerak keilmuan yang mampu menjawab tantangan zaman melalui karya ilmiah, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini Unisba memiliki 28 profesor aktif dan 8 profesor emeritus. Namun angka tersebut dinilai masih belum ideal jika dibandingkan dengan jumlah dosen yang mencapai sekitar 500 orang.
“Kalau standar ideal itu sekitar 15 persen dari jumlah dosen adalah Guru Besar, maka kita masih perlu mendorong percepatan. Saat ini ada 137 doktor lektor kepala yang sudah eligible untuk menjadi profesor,” jelasnya.
Senada, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Miftah Faridl, menegaskan bahwa gelar Guru Besar merupakan amanah besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
“Pengukuhan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi, tetapi juga amanah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan melalui riset dan gagasan yang relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, menyoroti masih rendahnya jumlah profesor di Indonesia.
Dari sekitar 333 ribu dosen secara nasional, hanya sekitar 3 persen yang telah mencapai jabatan profesor. Di wilayah Jawa Barat dan Banten, jumlahnya bahkan belum mencapai 1 persen.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa percepatan karier akademik menuju Guru Besar masih menjadi tantangan bersama,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi capaian Unisba yang menempati posisi kedua dalam kontribusi penghasilan Guru Besar di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV, dengan total 36 profesor termasuk emeritus.
Ke depan, penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan jumlah Guru Besar, sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
