Prodi Administrasi Publik Dorong Kompetensi Digital Governance
Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Publik FISIP UNPAS, Ine Marianne menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan keterampilan praktis mahasiswa.
Ia menyebutkan terdapat tiga fokus utama dalam penguatan pembelajaran, yakni kearsipan, sistem dinamis (system dynamics), dan digital governance.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga praktik langsung di laboratorium agar siap menghadapi dunia kerja,” jelasnya.
Menurutnya, mahasiswa Administrasi Publik dibekali kemampuan analisis kebijakan, sistem informasi manajemen, hingga pemahaman big data sebagai fondasi dalam tata kelola pemerintahan modern.
Andre Ariesmansyah Ungkap Tantangan Digitalisasi Data di Indonesia
Koordinator Laboratorium Administrasi Publik FISIP UNPAS, Andre Ariesmansyah, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk memperkuat kemampuan mahasiswa tidak hanya secara teori, tetapi juga praktik lapangan.
“Mahasiswa harus siap kerja, bukan hanya siap teori. Karena itu pembelajaran kami dikemas berbasis praktik,” ujarnya.
Workshop ini mencakup tiga materi utama, yakni kearsipan, system thinking dan system dynamics, serta digital governance.
Ketiga materi tersebut bertujuan melatih mahasiswa dalam menganalisis masalah publik, memahami tata kelola pemerintahan, hingga memanfaatkan sistem digital dalam pengambilan keputusan.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
