BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memantau 47 titik lokasi penjualan hewan kurban.
Hal itu dilakukan guna menjamin keamanan serta kesehatan hewan kurban yang diperjualbelikan menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H/2026.
"Hingga saat ini tercatat ada sebanyak 2.829 ekor hewan kurban yang telah dinyatakan lulus uji kelayakan kesehatan," kata Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti, Kamis (21/5/2026).
Wiwin merinci, dari jumlah itu terdiri dari 2.069 ekor sapi dan 760 ekor domba. Proses pemeriksaan pun terus berjalan mengingat Idul Adha masih ada beberapa hari ke depan sehingga jumlah hewan yang diperiksa pasti akan bertambah.
Melalui satuan tugas kesehatan hewan dari Dispernakan KBB, pemeriksaan tersebut mencakup peternakan hingga lapak penjualan, guna memastikan seluruh ternak dalam kondisi prima, bebas penyakit, dan aman dikonsumsi masyarakat.
Jaminan kesehatan ini didukung kebijakan pemda berupa layanan medis dan vaksinasi gratis. Hal itu dilakukan sebagai langkah perlindungan maksimal terhadap penyebaran penyakit berbahaya.
"Seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), hingga Brucellosis," sebutnya.
Dikatakannya, petugas juga terus bergerak melakukan vaksinasi gratis di seluruh wilayah.
Standar ini wajib dipenuhi agar tidak ada hewan sakit yang beredar dan membahayakan kesehatan manusia maupun ternak lainnya.
Sementara itu Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail memastikan mekanisme labelisasi atau pemberian stiker khusus diterapkan pada setiap hewan yang telah lulus pemeriksaan.
Label ini menjadi tanda sah jaminan kesehatan dari petugas. Ia juga mengimbau masyarakat agar teliti sebelum membeli.
"Pastikan hewan yang Anda beli sudah ditempeli label atau stiker khusus. Itu tandanya sudah diperiksa petugas dan dipastikan sehat," ucapnya. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
