JAKARTA, iNewsBandungraya.id - PT LAPI ITB baru saja merilis kajian mengenai dampak sosial ekonomi konektivitas digital yang menunjukkan peran signifikan Telkomsel dalam mendorong pertumbuhan nasional.
Melalui kombinasi analisis data ekonomi dan survei lapangan, kajian ini menyimpulkan bahwa infrastruktur digital kini telah bertransformasi menjadi tulang punggung ekonomi yang meningkatkan produktivitas dan inklusi di berbagai daerah.
Direktur Utama PT LAPI ITB, Yusmar Anggadinata, menjelaskan bahwa konektivitas digital bukan lagi sekadar sarana komunikasi, melainkan infrastruktur ekonomi yang berdampak langsung pada pertumbuhan wilayah.
Hasil analisis mencatat bahwa penambahan satu unit BTS secara estimatif berkorelasi dengan peningkatan PDRB sebesar 76,19 miliar rupiah, sementara kenaikan penggunaan data tiap satu petabyte berdampak pada peningkatan PDRB senilai 9,44 miliar rupiah.
Sektor ini juga diperkirakan menyumbang pendapatan negara hingga 36,97 triliun rupiah pada tahun 2024.
Selain dampak makro, digitalisasi terbukti mempercepat pertumbuhan UMKM, terutama di wilayah non-perkotaan. Survei menunjukkan adopsi layanan digital berkorelasi dengan kenaikan rata-rata omzet usaha hingga 32 persen.
Di sisi lain, pemerataan akses di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar juga semakin kuat, di mana sebagian besar infrastruktur program BAKTI didukung oleh kontribusi operator nasional. Hal ini memungkinkan masyarakat di pelosok mengakses layanan esensial seperti pendidikan dan kesehatan.
Ekosistem ini turut memberikan dampak berkelanjutan terhadap penyerapan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai lebih dari 685 ribu lapangan kerja secara langsung maupun tidak langsung. Meski demikian, Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Dr. Ir. Ian Josef Matheus Edward, mengingatkan bahwa hasil kajian ini merupakan estimasi terukur yang harus dilihat secara proporsional.
Kajian ini fokus memotret peran konektivitas dalam pembangunan nasional tanpa bermaksud membandingkan antar-operator atau mengklaim seluruh perubahan ekonomi hanya bersumber dari satu entitas tunggal.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
