Menjaga Peradaban Gunung Padang, IPB dan Unpad Adu Inovasi Soal Pengelolaan Sampah

Adi Haryanto
Tim IPB dan Unpad memilih Desa Wisata Situs Gunung Padang untuk tujuan implementasi program mereka di Genera-Z Berbakti 2026 dengan sama-sama memilih isu pengelolaan sampah sebagai salah satu topiknya. Foto/Istimewa

BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Tim Universitas Padjadjaran (Unpad) dan IPB saling unjuk inovasi untuk berkontribusi ke warga di Desa Wisata Situs Gunung Padang.

Kedua tim sama-sama memilih isu pengelolaan sampah sebagai salah satu topik pada proposal yang diajukan di program Genera-Z Berbakti 2026.

Tim Unpad dan IPB menawarkan taktik berbeda untuk membantu mengatasi isu pengelolaan sampah di Desa Wisata Situs Gunung Padang. Tim IPB menyodorkan konsep edukasi untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah.

Tim yang menamakan diri Sabilulungan Lestari ini menawarkan sejumlah program untuk Desa Wisata Situs Gunung Padang. Seperti SIMPONIK, edukasi pemilahan sampah, instalasi Loseda dan mesin pencacah, hingga implementasi waste to wallet.

KEMBARA, Edukasi pemanfaatan dan budidaya TOGA dan agroforestri, sosialisasi dan pelatihan pembuatan energy bar, serta dukungan pemodelan agroforestri bagi petani.

SIANJUR, Instalasi dan edukasi stasiun pemantauan kualitas udara dan cuaca. Serta SADULUR RAHAYU, Pengecekan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Sementara Universitas Padjadjaran yang diwakili Tim Mega Lestari hadir dengan solusi untuk mengubah sampah menjadi olahan yang mengandung nilai ekonomi.

Tim Mega Lestari menawarkan solusi untuk warga Desa Wisata Situs Gunung Padang agar bisa buang air secara higienis. Yakni program Eco-sanitasi, revitalisasi 10 toilet berbasis bioseptic tank.

Sampah & Ekonomi Sirkular, pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak, dan pengolahan sampah anorganik menjadi suvenir khas Desa Gunung Padang.

Lalu pemberdayaan Pemuda dan Pelestarian Kearifan Lokal, peningkatan kapasitas 40 pemuda untuk mendorong terciptanya tim eco-tour guide dan eco-cultural activity.

Seperti diketahui Desa Wisata Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu destinasi budaya unggulan yang telah menembus 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Desa dengan panorama alam dan kesejukannya ini berpusat pada situs megalitikum tempat tersimpannya jejak punden berundak prasejarah terbesar di Asia Tenggara.

Situs ini disebut-sebut merepresentasikan peradaban manusia sejak 3.000 tahun lalu. Secara geografis, Desa Wisata Situs Gunung Padang berada di kawasan perbukitan dan pegunungan, dengan lanskap didominasi perkebunan dan area alami, serta air terjun (Curug Ciwung).

Masyarakat desa yang berjarak 30,8 kilometer dari pusat kota Cianjur ini masih.menjaga tradisi gotong royong, kearifan lokal, hingga cara hidup harmonis dengan alam.

Selain bekerja di sektor pertanian dan pariwisata, warga Desa Wisata Situs Gunung Padang juga mengembangkan berbagai potensi ekonomi kreatif dan produk UMKM lokal seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke sana.

Meski sarat daya tarik dan potensi, Desa Wisata Situs Gunung Padang masih memiliki sejumlah tantangan untuk masyarakatnya. Beberapa tantangan tersebut di antaranya, belum optimalnya pelayanan Puskesmas Pembantu, tingginya jumlah penderita penyakit ISPA.

Masih ditemukannya sejumlah kasus pneumonia pada bayi, ada warga yang tidak memiliki toilet dan BAB di sungai, pengelolaan sampah belum memadai, program penanaman pohon tak berkelanjutan.

Kemudian belum optimalnya pengelolaan limbah pariwisata, tidak perpustakaan di desa, serta tidak ada fasilitas untuk mengajarkan alat kesenian tradisional (Karinding, Kacapi Suling, Gendang Penca) ke generasi muda.

Berangkat dari potensi historis yang luar biasa, berpadu keindahan alam dataran tinggi, Desa Wisata Situs Gunung Padang menjadi salah satu destinasi implementasi program Genera-Z Berbakti 2026.

“Kami (BCA) berkomitmen agar program Genera-Z Berbakti hadir sebagai penghubung strategis mahasiswa dan masyarakat, bukan hanya sebagai kompetisi gagasan," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Pihaknya berharap tim yang mendapatkan kesempatan merealisasikan ide-idenya di Desa Wisata Situs Gunung Padang bisa menyumbangkan solusi bermanfaat, serta mengimplementasikannya demi kemajuan sosial, kesehatan, dan kelestarian lingkungan di sana.

"Melalui pengabdian masyarakat di desa binaan Bakti BCA ini, inovasi dari para finalis mampu memberikan dampak nyata yang menyelaraskan pelestarian warisan budaya dengan peningkatan kesejahteraan warga lokal,” tuturnya.

Tim IPB University dan Universitas Padjajaran akan beradu dan saling menguji gagasan pada babak final Genera-Z Berbakti. Tayangan ini dapat disaksikan mulai pertengahan Juni di YouTube @SolusiBCA dan saluran resmi mitra program. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network