BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Peta kekuatan sepak bola Indonesia resmi mengalami perubahan signifikan setelah Bojan Hodak memutuskan turun dari kursi kepelatihan kepala Persib Bandung. Keputusan ini diambil tepat setelah sang juru taktik sukses mengantar Maung Bandung merengkuh gelar juara Super League musim 2025/2026. Meski meninggalkan jabatan pelatih, Hodak tidak benar-benar pergi; ia kini mengemban tanggung jawab baru sebagai Direktur Teknik klub.
Jabatan pelatih kepala kini resmi diserahkan kepada Igor Tolic, yang selama dua musim ke belakang setia mendampingi Hodak sebagai asisten. Penunjukan Tolic pun bukan langkah dadakan, melainkan skema matang manajemen untuk menjaga kesinambungan filosofi permainan yang sudah tertanam kuat.
"Menjaga Takhta Lebih Sulit"
Bojan Hodak mencatatkan sejarah emas dengan membawa Persib juara liga dalam tiga musim berturut-turut. Namun, di balik kegemilangan tersebut, ia sadar betul bahwa tantangan bagi Tolic ke depannya akan berlipat ganda. Status sebagai juara bertahan sekaligus tim yang dominan akan membuat setiap lawan bermain dengan motivasi berlebih.
“Tekanannya akan lebih besar. Ketika Anda menang tiga kali, semua orang pasti punya motivasi ekstra untuk mengalahkan Anda,” ungkap Hodak dalam pernyataan resminya di laman klub, Rabu (27/5/2026).
Menyadari bahwa ekspektasi publik akan sangat tinggi, Hodak tetap memberikan apresiasi dan kepercayaan penuh pada Tolic. Ia percaya bahwa sistem yang telah ia bangun bersama Tolic dalam dua musim terakhir menjadi modal kuat untuk menghadapi badai kompetisi berikutnya.
“Itu normal, tapi saya yakin klub ini mampu mengatasinya,” ujar Hodak dengan optimisme tinggi.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
