BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Libur panjang akhir pekan ini banyak dimanfaatkan wisatawan untuk berlibur ke sejumlah objek wisata di Bandung Barat.
Salah satu yang terpantau padat dikunjungi wisatawan pada Minggu (31/5/2026) siang adalah objek wisata Lembang Park and Zoo yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Wisatawan memanfaatkan rangkaian hari libur panjang yang bertepatan dengan Iduladha 1447 H, Hari Raya Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila, untuk berwisata bersama keluarga ataupun komunitasnya.
"Pada libur panjang kali ini jumlah pengunjung ada kenaikan dibanding libur akhir pekan biasa, kenaikannya sekitar 10%," kata Manajemen Lembang Park and Zoo, Evan Hans Cristian kepada awak media saat ditemui di lokasi.
Menurutnya kunjungan wisatawan masih didominasi oleh wisatawan dari kawasan Jabodetabek. Mayoritas mereka mencari destinasi wisata bernuansa hiburan dan edukasi untuk menambah wawasan kepada anak-anak.
Adapun untuk puncak kunjungan wisatawan tercatat pada Sabtu dan Minggu. Sedangkan pada hari terakhir libur Senin (1/6/2026), diperkirakan jumlah pengunjung mulai menipis lantaran persiapan kembali ke aktivitas sekolah dan pekerjaan.
"Dari jumlah pengunjung itu setengahnya adalah pengunjung yang baru pertama kali datang ke Lembang Park and Zoo," sebutnya.
Pada libur panjang kali ini, pihaknya menghadirkan beragam pembaruan layanan dan pertunjukan untuk memanjakan wisatawan. Daya tarik utama yang ditampilkan adalah show edukasi satwa yang dijadwalkan rutin setiap hari pukul 11.00, 13.30, dan 15.30 WIB.
"Ini menjadi bagian dari upaya Lembang Park and Zoo memperkuat nilai edukasi sekaligus hiburan bagi seluruh wisatawan," ujar Evan.
Pihaknya juga tengah mematangkan pembangunan area baru berupa taman interaksi hewan atau petting zoo yang ditargetkan sudah bisa dinikmati wisatawan saat liburan sekolah hingga libur Natal dan Tahun Baru.
Berlokasi di kawasan dekat kandang burung unta dan kangguru pohon, lanjut Evan, petting zoo tersebut mengusung ciri khas desain yang senada dengan tema utama taman wisata, yakni gaya arsitektur Bavaria dan Eropa.
"Nanti konsepnya berbeda, karena kami ingin menampilkan wahana bagi anak-anak dan keluarga yang bisa berinteraksi dengan satwa," tuturnya.
Kendati masih dalam tahap pembangunan sekitar 60 hingga 70 persen, Evan menyebut, jenis hewan yang akan dihadirkan pun telah disiapkan.
Meliputi hewan jinak dan ramah anak seperti kambing domba, kura-kura, dan sejumlah spesies lain yang memungkinkan interaksi langsung dengan pengunjung.
Selain pembaruan fasilitas, pihaknya berkomitmen mendukung produk lokal melalui beragam pilihan kuliner dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di dalam kawasan wisata.
Sementara kabar menarik lainnya datang dari penambahan koleksi satwa baru berjenis mamalia dengan ukuran sedang. Rencananya akan diperkenalkan secara resmi setelah proses penyesuaian dan kesiapan selesai dilakukan. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
