Dari Kegagalan Mencari Kerja Hingga Menemukan Titik Balik
Sebelum berada di posisinya yang sekarang, Denia harus melewati fase yang tidak mudah. Ia sempat mengambil masa rehat atau gap year setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMK. Selama periode tersebut, ia sempat mencoba peruntungan mencari beasiswa di perguruan tinggi lain, namun pengalamannya kurang mulus dan sempat memicu keraguan dalam dirinya.
Denia lalu memutar haluan untuk masuk ke dunia kerja. Sialnya, puluhan berkas lamaran yang ia sebar ke berbagai perusahaan tidak membuahkan hasil. Titik terang baru muncul saat ia mendapat informasi mengenai kuota beasiswa KIP aspirasi milik Denny Cagur. Lewat perjuangan melengkapi berkas administrasi hingga lolos tahapan wawancara, Denia akhirnya dinyatakan sah menjadi bagian dari civitas akademika Unisal Bandung.
Tak Sekadar Beasiswa: Hadirkan Praktisi Industri Kreatif ke Kampus
Kini setelah duduk di bangku kuliah, Denia menaruh harapan besar agar program pemberdayaan mahasiswa ini tidak berhenti pada urusan dana pendidikan saja. Ia bermimpi agar kampus bisa terus mendatangkan para pakar industri demi mempersempit jarak antara teori akademik dan realita dunia kerja.
Aspirasi ini mencuat setelah dirinya mengikuti agenda kuliah umum yang menghadirkan agensi kreatif terkemuka, Berjaya. Program edukasi ini sengaja diinisiasi sebagai langkah taktis memperkuat kesiapan mental dan skill digital mahasiswa di era modern.
"Semoga ada kesempatan dari Pak Denny untuk bisa membantu menghadirkan para ekspert lagi ke kampus lagi, seperti Berjaya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Founder Berjaya, Aji Candra Asmara, turun langsung memberikan suntikan motivasi serta peta jalan (roadmap) mengenai lanskap industri kreatif tanah air.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
