Korban Capai Ribuan, Carut-Marut PCMB Jabar 2026 Diseret ke Ombudsman RI

Mulki Albar
Persatuan Purnabakti Pendidikan Indonesia (P3I) Jawa Barat laporkan Disdik Jabar ke Ombudsman RI. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sistem Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) atau Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK Negeri tahun 2026 di Jawa Barat tengah dihantam badai protes. Alih-alih berjalan mulus, proses seleksi tahun ini justru dinilai amburadul hingga memicu kerugian massal bagi ribuan calon siswa.

Bergerak cepat mendampingi para orang tua yang dirugikan, Persatuan Purnabakti Pendidikan Indonesia (P3I) Jawa Barat resmi menyerahkan laporan dugaan maladministrasi berat oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar ke pihak Ombudsman RI Perwakilan Jabar pada Senin (15/6/2026).

Ketua P3I Jabar, Iwan Hermawan, menegaskan ada desakan kuat agar DPRD Jawa Barat tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan politik secara nyata.

"Kita menuntut DPRD untuk membuat pansus. Kemarin kita sudah dapat dukungan dari anggota Komisi 5. Jika melihat di media sosial, dukungan buat Pansus ini sangat besar karena sudah menyangkut korban ribuan masyarakat Jawa Barat. Ini harus jadi Pansus," ucap Iwan saat ditemui di Kantor Ombudsman Jabar.

Rentetan Masalah: Dari Aplikasi Eror Hingga Layanan Posko yang Miris

Kekacauan pendaftaran PCMB tahun ini disinyalir kuat akibat pemaksaan penggunaan platform digital baru yang belum siap uji dan minim simulasi. Beberapa masalah teknis fatal yang ditemukan di lapangan meliputi:

  • Gagalnya proses verifikasi pembuatan akun baru secara massal.

  • Data identitas pendaftar hilang atau tidak terbaca oleh sistem pusat.

  • Perubahan koordinat zonasi rumah dan nilai akademik secara mendadak tanpa pemberitahuan.

Parahnya lagi, Disdik Jabar dianggap gagap dalam melakukan mitigasi krisis. Alih-alih menyiapkan tim pelayanan pengaduan yang memadai, posko krisis justru sangat kekurangan personel.

"Ratusan orang tua siswa mengadukan masalah PCMB, tapi hanya dilayani oleh dua orang petugas. Akibatnya terjadi antrean panjang yang telantar di kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat," ungkap Iwan.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network