JAKARTA, iNewsBandungRaya.id - Perekonomian Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang kuat dengan mencatatkan kinerja positif pada sejumlah indikator utama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Fondasi ekonomi domestik yang kokoh ini memperkuat optimisme terhadap prospek pertumbuhan nasional ke depan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pada Triwulan I-2026, perekonomian Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,61 persen. Selain pertumbuhan yang tinggi, laju inflasi pada Mei 2026 juga tercatat tetap terkendali pada level 3,08 persen secara tahunan atau year-on-year. Fondasi ini diperkuat oleh posisi neraca perdagangan yang konsisten mencetak surplus serta jumlah cadangan devisa yang memadai untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
Sektor manufaktur nasional juga ikut ambil bagian dalam mendorong tren positif ini melalui perbaikan performa yang signifikan sepanjang bulan Mei 2026.
"Demikian pula dengan kinerja sektor manufaktur ini menunjukkan perbaikan pada bulan Mei 2026, mengindikasikan penguatan aktivitas produksi dan menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan," ungkap Menkeu.
Memasuki periode Triwulan II-2026, denyut aktivitas ekonomi domestik dilaporkan terus bergerak ke arah yang lebih baik. Tingkat optimisme konsumen tetap berada di zona aman, yang dibuktikan dengan meningkatnya aktivitas belanja masyarakat serta lonjakan pertumbuhan pada indikator riil seperti penjualan kendaraan bermotor, konsumsi listrik, hingga volume penjualan semen.
Guna mengawal agar momentum ekspansi ini tidak melambat, pemerintah secara konsisten menerapkan beragam stimulus dan kebijakan strategis. Langkah nyata yang diambil meliputi pengendalian stabilitas harga pangan dan energi, penjaminan pasokan beras dan BBM di pasar, akselerasi penyerapan anggaran belanja negara, hingga pemberian insentif fiskal untuk menopang daya beli masyarakat serta iklim dunia usaha.
Senada dengan Menkeu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ikut menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional saat ini berada dalam kondisi yang sehat dan tangguh. Keberhasilan menjaga kombinasi antara pertumbuhan yang tinggi dan inflasi yang rendah menjadi bukti konkret daya tahan Indonesia menghadapi gejolak eksternal.
"Tapi yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga," ujarnya.
Prasetyo menambahkan, sinergi kebijakan yang diambil pemerintah sejauh ini telah berhasil memberikan bantalan yang cukup tebal bagi perekonomian domestik dari rambatan risiko global.
"Insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," tegasnya.
Melalui integrasi fundamental yang kokoh, konsistensi bauran kebijakan, serta penguatan koordinasi antarotoritas fiskal dan moneter, pemerintah menatap masa depan dengan percaya diri dan siap memitigasi segala risiko geopolitik maupun ekonomi internasional.
"Kuatnya fundamental ekonomi domestik dan didukung kebijakan yang semakin solid menjadi landasan yang kokoh untuk menyongsong dinamika tahun 2027," pungkas Menkeu.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
