BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pameran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2026 kembali digelar di Bandung Convention Centre (BCC), Rabu-Sabtu, 2-5 September 2026. Memasuki pelaksanaan ke-11 sejak pertama kali digelar pada 2014, IAPE menjadi ajang untuk memperkenalkan perkembangan teknologi sekaligus membuka peluang bisnis di sektor produksi dan dekorasi pakaian.
Pameran yang berlangsung pukul 10.00 hingga 18.00 WIB ini menghadirkan berbagai mesin dan perlengkapan pendukung industri apparel, mulai dari mesin sablon, jahit, bordir, Direct-to-Garment (DTG), Direct-to-Film (DTF), cutting, heat press hingga digital printing.
Project Manager Moremedia Indonesia, Brian W. Arsaha, mengatakan tingginya kebutuhan produksi apparel berbasis custom dan print on demand menjadi salah satu peluang yang terus berkembang, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
“Kalau yang di skala menengah dan kecil, permintaannya adalah permintaan berbasis print on demand, custom printing. Itu yang sekarang baru tren,” kata Brian saat ditemui di sela IAPE 2026, Rabu (2/9).
Menurutnya, tren tersebut terlihat dari meningkatnya kebutuhan pakaian khusus untuk berbagai kegiatan dan komunitas. Jersey, misalnya, kini tidak hanya diproduksi untuk kebutuhan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari identitas komunitas.
“Jersey kadang-kadang cuma dipakai pas running terus sudah. Setiap event running kostum jersey-nya baru, setiap event komunitas riders punya kostumnya masing-masing. Nah, itu demand-nya sangat tinggi,” ujarnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
