BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Jakarta menjadi saksi antusiasme besar warga terhadap metode kesehatan holistik asal Thailand, Tanya Samui. Sebuah seminar edukasi yang menghadirkan langsung praktisi ternama, Teacher Khun Kob, akan digelar tanpa biaya di DoubleTree by Hilton, Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (10/7/2026).
Metode yang ditawarkan Teacher Khun Kob ini berfokus pada pendekatan holistik, di mana keseimbangan tubuh, pikiran, dan gaya hidup menjadi kunci utama. Tak heran jika animo masyarakat sangat tinggi. Pihak penyelenggara mencatat jumlah pendaftar kini telah melampaui 700 orang, jauh di atas ekspektasi awal.
Kesaksian Hartono "Bos Koi" Soekwanto
Pengusaha sukses asal Bandung, Hartono Soekwanto, yang akrab disapa Bos Koi, telah mengonfirmasi kehadirannya. Ia juga akan terlibat dalam sesi Meet & Greet eksklusif. Menurut Bos Koi, metode "buang sel mati" (removing dead cells) ini memberikan khasiat yang nyata.
"Pesertanya sudah ada lebih dari 700 orang, sangat antusias sekali, karena banyak yang sudah sembuh, suatu keajaiban. Banyak juga yang dapat manfaat. Makanya kali ini banyak sekali yang ikut. Jadi sel-sel mati itu di Tanya Holistik itu dibuang. Banyak juga manfaat dari sana, kira-kira begitu. It's about removing dead cells; ya itu yang Tanya Holistik ini ajarkan dan memberikan faedah kepada kita semua," ungkap Bos Koi.
Ia menambahkan bahwa metode ini sering kali diterapkan pada pasien dengan kondisi kesehatan serius, termasuk penderita kanker, dengan membatasi asupan tertentu seperti gula, karbohidrat, dan protein untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.
Pentingnya Kebijakan dalam Program Kesehatan
Meskipun metode ini menawarkan pendekatan yang berbeda dari praktik medis standar—seperti penggunaan analisis feses untuk program detoksifikasi—masyarakat tetap diimbau untuk bersikap bijak. Karena melibatkan perubahan pola makan dan gaya hidup yang drastis, para pakar menyarankan calon peserta untuk tetap berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sebelum memulai prosedur detoksifikasi apa pun.
Bagi Anda yang ingin mendalami metode ini, pendaftaran masih terbuka dengan memindai QR Code di materi publikasi resmi. Segera lakukan registrasi karena kursi yang tersedia di lokasi semakin terbatas.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
