Semua elemen, kata Irjen Pipit, harus menyadari bahwa mengelola kamtibmas di wilayah yang besar dan dinamis ini bukanlah pekerjaan mudah.
Sementara, tantangan kamtibmas saat ini semakin kompleks dan perubahan sosial cepat.
"Perkembangan teknologi digital, tekanan ekonomi, bencana, konflik sosial dan kriminalitas menuntut seluruh personel kepolisian mengubah pola pikir dan tindak," ucap Irjen Pipit.
Menurut Kapolda, polisi tidak dapat hanya mengandalkan upaya-upaya konvensional. Tetapi juga harus mampu membangun dan memelihara ekosistem keamanan dan sendi-sendi kehidupan.
Karena itu, Kapolda menaruh harapan besar kepada para Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Dalam konteks ini lah saya menaruh harapan besar kepada saudara-saudara sekalian (Bhabinkamtibmas) yang hadir di hadapan saya hari ini. Saudara-saudara adalah bagian dari garda terdepan," ujar Kapolda.
"Saudara-saudaralah yang pertama mendengar dan menjawab harapan masyarakat. Karenanya, kolaborasi saudara-saudara sekalian menjadi kekuatan utama dalam menjaga dan merawat ekosistem keamanan di Jawa Barat,” tutur Irjen Pipit.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat yang selama ini membantu tugas kepolisian.
Sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat harus terus diperkuat melalui program Sabuk Kamtibmas.
“Sinergi seluruh unsur inilah yang kami kuatkan melalui Sabuk Kamtibmas. Sabuk Kamtibmas ini wujud kebersamaan dan kepedulian. Sekaligus menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ucap Kapolda.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
