BANDUNG, iNrewBandungRaya.id – Laga Final Piala Presiden 2026 bakal mempertemukan Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya, dua tim yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia.
Kepastian tersebut diperoleh setelah kedua tim meraih kemenangan pada laga Semifinal yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Selasa (4/6/2026). Pada Semifinal 1, Persib yang diasuh Pelatih Igor Tolic berhasil menggulung Persija Jakarta dengan skor 2-1 pada laga yang digelar mulai pukul 15.30 WIB. Pada laga bertajuk el-clasco Indonesia tersebut, 2 gol Maung Bandung dicetak Uilliam Barros memanfaatkan umpan tendangan penjuru dari Luciano Guaycohea pada menit 22, dan gol penalti Balsa menit 28. Sedangkan gol hiburan Persija dilesakkan Kwon Changhoon pada menit 86.
Selanjutnya pada Semifinal 2 yang dimulai pukul 19.30 WIB, Persebaya yang diarsiteki Pelatih Bernardo Tavares menekuk Arema FC 1-0 dalam duel bertajuk Derby Jatim. Gol semata wayang tim Bajul Ijo dicetak Yuran Fernandes lewat sundulannya memanfaatkan umpan tendangan pojok Fransisco Rivera saat laga memasuki masa injurty time babak pertama di menit 45+7.
Pertemuan Dua Juara Grup
Pertemuan Persib dan Persebaya di laga puncak tersebut merupakan final ideal pada turnamen pramusim tahun ini. Betapa tidak, kedua melewati perjalanan dengan hasil yang sama hingga ke partai final. Keduanya merupakan juara di grup masing-masing pada fase penyisihan. Persib juara Grup A dengan meraih kemenangan sempurna dalam 3 laga yang dilakoni, dengan mengoleksi 9 poin. Maung Bandung menekuk ketiga lawannya dengan skor identik 1-0, yakni Arema FC, DPMM FC, dan Tampines Rovers, hingga mengoleksi 3 gol tanpa kebobolan.
Cerita Persebaya nyaris sama. Tim Bajul Ijo lolos ke Semifinal dengan status juara Grup B, juga dengan meraih poin sempurna, setelah melumat 3 rivalnya. Di fase penyisihan tersebut, Persebaya sedikit lebih baik dalam mencetak gol dibanding Persib, karena mengoleksi 4 gol dengan kemasukan 1 gol, setelah menekuk Persija dan PSMS Medan dengan skor masing-masing 1-0, serta mengalahkan juara bertahan Port FC 2-1. Lalu memasuki babak Semifinal, koleksi gol keduanya menjadi sama, setelah Persib menang 2-1 atas Persija, sedangkan Persebaya hanya unggul 1-0 atas Arema. Sehingga kedua tim sama-sama mengoleksi 5 gol dengan sekali kebobolan.
Bagi kedua tim, ini merupakan pencapaian kedua di partai final. Bedanya, Persib melewati laga final pertamanya dengan tampil sebagai juara pada Piala Presiden edisi pertama pada 2015 silam. Di partai puncak yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Persib menumbangkan Sriwijaya FC 2-0.
Sementara Persebaya tampil di final pertamanya pada edisi 2019, dan kalah oleh Arema FC dengan agregat 2-4. Setelah di leg pertma bermain imbang 2-2 di Gelora Bung Tomo, Surabaya; dan di leg kedua kalah 0-2 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Kedua tim pun pernah dua kali bertemu sebelumnya di fase penyisihan grup Piala Presiden, yakni pada 2019, di mana ketika itu Persebaya menang dengan skor 3-2. Pertemuan kedua terjadi pada edisi 2022, juga di penyisihan grup, dan saat itu dimenangkan Persib dengan skor 3-1.
Para pemain Persib merayakan gol ke gawang Persija pada laga Semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Selasa (4/6/2026). (foto: dok piala presiden 2026)
Statistik Berpihak pada Persib Bandung
Laga final yang akan digelar Kamis (6/8/2026) mulai pukul 19.30 WIB tersebut, menjadi menarik, apakah Piala Presiden akan melahirkan juara baru, yakni Persebaya. Atau Persib meraih gelar keduanya dan sekaligus mengawinkannya dengan trofi Super League 2025-2026, seperti halnya pada 2015 yang meraih juara Piala Presiden seusai menjadi kampium di ISL 2014.
Jika menilik statistik di luar Piala Presiden, tampaknya Persib berada di atas angin. Dari prestasi klub di Liga kasta tertinggi Tanah Air, dari masa ke masa, Maung Bandung memiliki trofi lebih banyak. Sejak era Perserikatan PSSI sebelum masa kemerdekaan hingga saat ini, total Persib mengoleksi 10 trofi juara, lima di era Perserikatan dan lima lagi di era liga profesional.
Persib meraih trofi pertamanya pada musim 1936-1937, dilanjutkan pada musim 1960-1961, 1985-1986, 1989-1990, hingga edisi terakhir pada 1993-1994, sehingga trofi Piala Presiden yang saat itu diperebutkan tiap musim di kompetisi Perserikatan PSSI, menjadi milik Persib. Maung Bandung selanjutnya menjadi tim pertama yang meraih trofi juara di era Liga profesional pada musim Liga Indonesia (Ligina) 1994-1995. Prestasi tersebut diulang pada musim Indonesia Super League (ISL) 2014. Puncaknya Persib meraih hattrick juara pada Liga 1 2023-2024 dan 2024-2025, serta Super League 2025-2026.
Sementara Persebaya, berdasarkan berbagai sumber yang dikumpulkan, mengoleksi 7 trofi, lima di era Perserikatan dan dua lagi di era Liga profesional. Gelar pertama diraih pada musim 1940-1941, dilanjutkan dengan back to back pada musim 1951-1952 dan 1950-1951, lalu musim 1977-1978 dan 1987-1988. Di era Perserikatan, kedua tim pun pernah bertemu di partai final, yakni musim 1989-1990 yang dimenangkan Persib dengan skor 2-0. Selanjutnya di era Liga profesional, Persebaya meraih trofi pada Ligina 1996-1997 dan 2004.
Untuk rekor pertemuan, Persib pun lebih unggul dibanding Persebaya, khususnya di era Liga profesional setelah 1995. Berdasarkan data transfermarkt, kedua tim sudah bertemu sebanyak 18 sejak 2010 lalu, dengan 9 laga dimenangkan Persib, 4 berakhir imbang, dan 5 kemenangan untuk Persebaya. Dari 18 laga tersebut, masing-masing tim mencetak 34 gol, atau dengan selisih 0.
Di era Liga profesional, kedua tim memang tidak selalu bertemu di setiap musimnya. Pasalnya, di awal-awal Ligina, terjadi pembagian wilayah menjadi Barat dan Timur, sehingga kedua tim tidak pernah bertemu di fase penyisihan. Penyebab kedua, ketika kompetisi hanya ada 1 wilayah, Persebaya sempat 3 terdegradasi ke divisi 1 atau Liga 1, yakni pada musim 2001-2002 dan 2004-2025, yang di musim berikut kembali promosi, serta terakhir pada 2008-2029. Persebaya tidak lagi terdegradasi sejak promosi kembali dari Liga 2 pada musim 2016-2017. Sementara Persib selama era Liga profesional belum pernah mengalami degradasi.
Pemain Persebaya Yuran Fernandes dan rekan-rekannya merayakan gol ke gawang Arema FC pda laga Semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Selasa (4/6/2026). (foto: persebaya.id)
Bernardo Tavares: Ibarat David melawan Goliat
Superior Persib begitu sangat terasa dalam 3 musim terakhir dengan menyabet hattrick juara saat ditangani Pelatih Bojan Hodak, yang kini dilanjutkan Coach Igor Tolic. Sedangkan Persebaya di 2 musim terakhir menempati peringkat 4, dan di musim 2023-2024 lalu berada di posisi 12.
Pelatih Persebaya Bernando Tavares, dengan merendahkan hati, bahkan mengibaratkan pertandingan menghadapi Persib, seperti pertarungan David melawan Goliat. Coach Tavares menilai, Persib merupakan lawan kuat, yang sulit dikalahkan. Menurutnya, tim Maung Bandung memiliki kedalaman skuat yang bagus, hingga bisa membentuk 3 tim dengan kekuatan yang relatif sama. Hal tersebut, menurut Tavares, yang tidak dimiliki tim Bajul Ijo.
“Mereka adalah tim yang lebih diunggulkan. Mereka bermain lebih awal dari kami, memiliki waktu istirahat lebih banyak, dan punya lebih banyak pemain untuk rotasi. Namun, kami akan tetap bermain dengan 11 pemain dan berusaha memberikan yang terbaik,” ungkap Tavares dalam sesi konferensi pers seusai laga kontra Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/6/2026) malam.
Namun Tavares menegaskan, pasukannya akan berjuang semaksimal mungkin untuk memenangi laga final nanti. Ia pun optimistis para pemainnya memiliki semangat juang tinggi untuk menampilkan permainan terbaik mereka.
“Kami harus menampilkan permainan yang sangat bagus agar memiliki peluang saat menghadapi Persib, karena ini ibarat pertarungan antara Daud melawan Goliat. Kita perlu bersikap rendah hati untuk mengakui hal ini. Namun, saya yakin para pemain saya akan mengerahkan segalanya dan berusaha sebaik mungkin agar kami bisa menyuguhkan permainan yang bagus,” tegas Tavares.
Kelelahan Menerpa Pemain Persib dan Persebaya
Namun ada kendala yang dihadapi para pemain Persib dan Persebaya pada partai puncak tersebut, yakni kelelahan setelah melakoni jadwal laga yang begitu padat. Parahnya lagi, jarak antara laga semifinal dengan final, hanya 48 jam atau 2 hari, sehingga tak cukup memulihkan kondisi fisik para pemain.
Coach Tavares menyebutkann laga kontra Arema pun berjalan sangat sulit, karena para pemainnya kelelahan. Ia megakui, permainan anak-anak asuhnya menurun di babak kedua saat timnya memimpin skor 1-0. “Para pemain kelelahan. Mereka bukan mesin. Biasanya, sejak pertandingan pertama, saya berusaha melakukan rotasi. Namun hari ini saya tidak bisa melakukannya karena saya melihat pertandingan ini sangat menguras emosi. Menurut saya penting untuk menegaskan kembali bahwa para pemain kelelahan,” tegas Tavares.
Pelatih asal Portugal tersebut menegaskan, seandainya para pemainnya tidak kelelahan, mereka bisa bermain lebih baik lagi dan memainkan sepak bola indah. Namun dengan kondisi tersebut, akhirnya timnya pun harus lebih bermain pragmatis, khususnya saat memimpin skor, guna tetap mempertahankan kemenangan.
“Saya bangga pada mereka karena saya tahu kondisi fisik mereka tidak dalam keadaan terbaik. Jika kondisi tidak prima, kita tidak bisa bermain layaknya pertunjukan opera yang indah. Karena itu, kita harus bersikap pragmatis. Kami mencetak gol, lalu berusaha menjaga keseimbangan pertahanan sesuai dengan kondisi yang kami miliki,” jelas Tavares.
Dengan waktu recovery yang sempit, Tavares belum tahu pasti, siapa saja pemainnya yang siap dimainkan di partai final tersebut. Ia baru akan menentukan siapa yang akan starter di pagi hari sebelum pertandingan.
“Besok kami akan menjalani sesi pemulihan dan mencoba untuk bersantai. Saya berharap tim akan kembali bugar setelah besok, meski itu sulit. Kita lihat kondisi mereka pada pagi hari pertandingan untuk mengetahui siapa yang bisa bermain dan siapa yang tidak,” pungkasnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan Pelatih Persib Igor Tolic. Menurutanya, anak-anak asuhnya juga mengalami kelelahan yang parah. Menurutnya, di babak pertama, pasukannya cukup menguasai permainan. Namun memasuki babak kedua, kondisi berbalik, Persija yang mendominasi, karena kondisi fisik para pemain Persib mulai menurun, kendati telah dilakukan sejumlah pergantian pemain. Persija pun akhirnya mampu menipiskan skor.
“Mengenai pertandingan, Persib tampil bagus di babak pertama. Di babak kedua, semua pemain (Persib) kelelahan, Persija bermain habis-habisan. Skor bisa saja unggul 3 atau 4-0 di babak pertama, tapi di babak kedua bisa saja kita kalah,” ungkap Tolic dalam sesi konferensi pers seusai laga kontra Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Coach Tolic akan langsung mempersiapkan timnya untuk menghadapi laga final nanti. Namun pelatih asal Kroasia ini menegaskan, fokus utamanya bukan menyusun strategi di lapangan, tapi memastikan kondisi seluruh pemain tetap bugar untuk melakoni laga pamungkas. Apalagi jeda waktu untuk recovery hanya 2 hari. Sama hal dengan Tavares, Coach Tolic pun belum tahu siapa sama pemainnya yang akan dipasang sebagai starter.
"Akhirnya, kami menang dan melangkah ke final, tapi jika ada yang bertanya siapa yang akan bermain di final? Saya tidak tahu. Saya berharap semua orang cukup sehat, begitu juga yang terjadi di laga semifinal lainnya. Dan saat kita menghadapi laga itu nanti, kita lihat bagaimana hasilnya," tegas Tolic.
Prestasi Finalis Piala Presiden 2026
Persib Bandung:
Juara Liga musim 1994-1995, 2014, 2023-2024, 2024-2025, 2025-2026
Juara Perserikatan 1993-1994, 1989-1990, 1985-1986, 1960-1961, 1936-1937
Juara Piala Presiden 2015
Juara Super League 2025-2026
Persebaya Surabaya:
Juara Liga musim 1996-1997, 2004
Juara Perserikatan 1987-1988, 1977-1978, 1951-1952, 1950-1951, 1940-1941
Runner-up Piala Presiden 2019
Peringkat 4 Super League 2025-2026
Head to Head
2 Maret 2026 Super League 2025-2026 Persebaya Surabaya 2-2 Persib Bandung
12 September 2025 Super League 2025-2026 Persib Bandung 1-0 Persebaya Surabaya
1 Maret 2025 Liga 1 2024-2025 Persebaya Surabaya 4-1 Persib Bandung
18 Oktober 2024 Liga 1 2024-2025 Persib Bandung 2-0 Persebaya Surabaya
20 April 2024 Liga 1 2023-2024 Persib Bandung 3-1 Persebaya Surabaya
7 Oktober 2023 Liga 1 2023-2024 Persebaya Surabaya 2-3 Persib Bandung
13 Maret 2023 Liga 1 2022-2023 Persebaya Surabaya 2-2 Persib Bandung
10 Desember 2022 Liga 1 2022-2023 Persib Bandung 2-1 Persebaya Surabaya
17 Juni 2022 Piala Presiden Persebaya Surabaya 1-3 Persib Bandung
19 Maret 2022 Liga 1 2021-2022 Persebaya Surabaya 1-1 Persib Bandung
8 Desember 2021 Liga 1 2021-2022 Persib Bandung 0-3 Persebaya Surabaya
11 April 2021 Piala Menpora 2021 Persib Bandung 3-2 Persebaya Surabaya
9 Oktober 2019 Liga 1 2019 Persib Bandung 4-1 Persebaya Surabaya
5 Juli 2019 Liga 1 2019 Persebaya Surabaya 4-0 Persib Bandung
7 Maret 2019 Piala Presiden 2019 Persebaya Surabaya 3-2 Persib Bandung
20 Oktober 2018 Liga 1 2018 Persib Bandung 1-4 Persebaya Surabaya
26 Juli 2018 Liga 1 2018 Persebaya Surabaya 3-4 Persib Bandung
13 Mei 2010 Piala Indonesia 2010 Persebaya Surabaya 0-0 Persib Bandung
4 Laga Persib di Piala Presiden 2026
25 Juli 2026 Penyisihan Grup A Persib Bandung 1-0 Arema FC
28 Juli 2026 Penyisihan Grup A DPMM FC 0-1 Persib Bandung
31 Juli 2026 Penyisihan Grup A Persib Bandung 1-0 Tampines Rovers
4 Agustus 2026 Semifinal Persib Bandung 2-1 Persija Jakarta
4 Laga Persebaya di Piala Presiden 2026
26 Juli 2026 Penyisihan Grup B Persebaya Surabaya 1-0 Persija Jakarta
29 Juli 2026 Penyisihan Grup B PSMS Medan 0-1 Persebaya Surabaya
1 Agustus 2026 Penyisihan Grup B Persebaya Surabaya 2-1 Port FC
4 Agustus 2026 Semifinal Persebaya Surabaya 1-0 Arema FC. (*)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
