BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pertandingan antara klub raksasa Korea Selatan, FC Seoul, kontra wakil Indonesia Persib Bandung di panggung AFC Champions League (ACL) 2 meninggalkan cerita unik. Publik sempat dibuat heran dengan pernyataan juru taktik FC Seoul, Kim Ki Dong, yang menyinggung soal keberadaan para pemain SMA di dalam kancah sepak bola profesional.
Sontak, muncul tanda tanya di benak para pecinta sepak bola tanah air: benarkah skuad asuhan Bojan Hodak atau yang kala itu dihadapi Adam Alis dan kawan-kawan bertanding melawan anak-anak sekolahan?
Usut punya usut, langkah tidak biasa tersebut terpaksa diambil sang pelatih akibat jadwal kompetisi domestik Negeri Ginseng yang sangat padat jelang penghujung musim. Kelelahan fisik skuad utama membuat Ki Dong wajib memutar otak demi menjaga kebugaran timnya.
Akibat situasi tersebut, sang pelatih memutuskan untuk merotasi total susunan pemainnya dengan menurunkan barisan pelapis. Selepas laga usai, ia pun blak-blakan menyoroti performa para atlet muda binaan akademi yang baru mencicipi atmosfer level atas.
"Sejujurnya para pemain muda ini jarang berlatih bersama saya. Pemain-pemain dari tim muda harus jadi tulang punggung Seoul. Mereka adalah pemain-pemain terbaik di Osan High School. Tapi ini baru awal. Mereka harus berusaha di level profesional, dan kompetisi baru mulai," ungkap Kim Ki Dong saat sesi jumpa pers, seperti dikutip dari Nate.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
