Cara Petani Ubah Limbah Jerami Jadi Air Bersih dan Pupuk Lewat Inovasi Sirkular

Aga Gustiana
Program Prakarsa Bagja Juara yang mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi sirkular, pengelolaan sampah, dan pertanian berkelanjutan. (Foto: Ist)

Terkait efektivitas terobosan ini, Staf Khusus Wakil Presiden RI memberikan apresiasi mendalam terhadap model pengelolaan sampah pertanian yang terintegrasi dengan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat:

"Melalui program ini, jerami yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial. Sesuai dengan jumlah jerami yang dikumpulkan, masyarakat dapat menukarkannya dengan pupuk, air hasil pengolahan reverse osmosis, atau memanfaatkannya untuk membantu biaya pemasangan sambungan baru Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," ujar Tina.

Pandangan senada turut disampaikan oleh perwakilan penggerak lokal setempat, Endang Sutisna, yang bersyukur atas kolaborasi masif bersama badan usaha milik negara tersebut.

"Kami bersyukur atas dukungan Pertamina Patra Niaga melalui Program Prakarsa Bagja Juara. Program ini mendorong masyarakat untuk lebih mandiri melalui pengelolaan lingkungan, pertanian, dan pemanfaatan energi terbarukan. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas," ujar Endang.

Ragam Inovasi yang Ditinjau di Lapangan

Selama kegiatan peninjauan berlangsung, rombongan petinggi Pertamina bersama jajaran staf khusus melakukan inspeksi ke berbagai titik proyek pemberdayaan, di antaranya:

  • Pengolahan Sampah Terpadu: Operasional Bank Sampah WISE serta unit pengelolaan serupa di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan.

  • Infrastruktur Sanitasi: Sistem pengolahan air minum berbasis reverse osmosis (RO) dan fasilitas Pamsimas yang didukung dari hasil konversi jerami.

  • Kawasan Produktif: Lahan pertanian ramah lingkungan Eco-Agro Santri serta instalasi energi biogas mandiri.

  • Pengembangan UMKM: Sentra kuliner lokal Dapur Teteh serta koperasi warga binaan kelompok GEMKA dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Kehadiran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dinilai selaras secara holistik dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup sektor pendidikan bermutu, akses air bersih, pertumbuhan ekonomi inklusif, pola konsumsi berkelanjutan, hingga aksi nyata mitigasi perubahan iklim global.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network