Menyatukan Identitas Lokal dan Klub Juara
Sementara itu, Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, mengungkapkan latar belakang emosional di balik keputusan menghidupkan kembali produk kebanggaan masyarakat Sunda tersebut. Menurutnya, sebuah anomali ketika provinsi sebesar Jawa Barat tidak memiliki identitas semen sendiri, padahal Semen Kujang merupakan pelopor pabrikan semen pertama di tanah Pasundan.
"Sebagai orang Sunda, rasanya ada yang kurang ketika Jawa Barat tidak punya merek semen sendiri. Padahal Semen Kujang adalah merek semen pertama yang lahir di Jawa Barat," tuturnya.
Lebih lanjut, Dicky memaparkan bahwa produk kebanggaan ini kini dibekali teknologi active micro particle yang diklaim mampu menghasilkan struktur beton jauh lebih padat, tekstur permukaan lebih halus, serta tingkat ketahanan terhadap retak yang lebih optimal.
Guna memperkuat penetrasi pasar, SIG memilih untuk menggandeng skuad Pangeran Biru sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini dirancang melampaui batas sponsor konvensional di atas lapangan hijau.
"Kami ingin Semen Kujang menjadi semen juara dengan berkolaborasi bersama klub juara. Ini bukan sekadar memasang logo di jersey, tetapi membangun kolaborasi yang hidup," tegasnya.
Rangkaian program kolaboratif pun telah disiapkan, mulai dari aktivasi langsung di jaringan toko bangunan mitra, program interaksi bersama komunitas Bobotoh, aksi sosial renovasi hunian warga, hingga potensi pengembangan fasilitas penunjang klub di masa depan.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
