Megamendung juga menjadi habitat bagi berbagai satwa dan flora pegunungan tropis, termasuk Elang Jawa dan Macan Tutul Jawa.
“Jawa adalah pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia, sebuah lanskap yang sangat didominasi manusia. Namun, di Megamendung, kelima spesies primata yang masih tersisa di Pulau Jawa telah kami konfirmasi keberadaannya,” kata Wahdi.
Data Konservasi Diolah Menjadi Pengetahuan
Pengalaman konservasi di lapangan tidak hanya berhenti pada kegiatan perlindungan ekosistem. Paseban Foundation juga mengolah data, temuan dan pembelajaran menjadi pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.
Pengetahuan tersebut diarahkan untuk mendukung penelitian, pendidikan, advokasi, penguatan kapasitas, komunikasi publik hingga pengambilan keputusan.
Dengan pendekatan tersebut, Paseban Foundation mengembangkan peran sebagai knowledge institution yang menghubungkan praktik konservasi dengan produksi dan distribusi pengetahuan.
Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran buku “Lens Chronicle 1: Biodiversity of Paseban” dan “Kepemimpinan Bentang Alam”, serta pemutaran perdana film dokumenter “The Silent Resilience”.
Survei biodiversitas, penelitian, dokumentasi, buku, film, pendidikan dan knowledge management ditempatkan sebagai satu ekosistem pengetahuan.
Tujuannya agar pengetahuan yang diperoleh dari lapangan tidak hanya tersimpan di lingkungan internal, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran publik dan menjadi dasar untuk membangun kolaborasi.
Editor : Rizal Fadillah
