Selain meminta pembatalan status tersangka, BS turut memohon pemulihan harkat, martabat, serta kedudukannya seperti sediakala. Namun, hakim memutuskan menolak seluruh permohonan tersebut.
Kuasa hukum BS, Sutan M. Simanjuntak, belum memberikan pernyataan resmi mengenai hasil putusan kedua ini. Meski demikian, Sutan sempat menyampaikan pandangannya terkait kegagalan di praperadilan pertama.
“Ini bukan pokok perkara, ini strategi lawyer. Memang sudah jadi target dari awal supaya terdengar dulu ke pusat,” katanya saat itu.
Duduk Perkara Pelaporan John Binsar
Dugaan pidana yang menyangkut BS berawal dari laporan polisi yang dibuat JB dengan nomor LP/B/1467/X/2025/SPKT/Polrestabes Bandung/Polda Jawa Barat pada 6 Oktober 2025.
Berdasarkan berkas penyidikan, dugaan insiden terjadi pada Minggu, 20 Juli 2025 sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan Jalan Van Deventer Nomor 11, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.
Penyidik Polrestabes Bandung kemudian menetapkan BS sebagai tersangka pada 4 Maret 2026 atas tuduhan pelanggaran pasal-pasal dalam UU ITE dan KUHP terbaru.
Dengan dikeluarkannya putusan praperadilan kedua ini, penetapan tersangka atas BS tetap mengikat secara hukum dan proses penanganan perkara pidana pokok akan terus bergulir ke tahap selanjutnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
