BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Aksi emosional Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sempat meneteskan air mata di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan. Sikap prihatin yang ditunjukkan sang gubernur saat menyaksikan maraknya alih fungsi lahan dan kemudahan izin bangunan komersial di kawasan resapan air Puncak kini diuji oleh rencana pembukaan kembali area tersebut.
Kala itu, kejengkolan dan rasa keprihatinan mendalam terlontar langsung dari mulut sang kepala daerah saat melihat bentang alam Puncak yang kian tergerus.
"Ini yang berikan izinnya siapa, dari sisi aspek regulasi bisa rekomendasikan untuk dicabut?" kata Dedi saat itu.
Langkah penertiban pun sempat bergulir cepat pasca-insiden tersebut. Kementerian Lingkungan Hidup bersama Menko Pangan turun tangan memasang garis penyegelan di sejumlah titik wisata kawasan Puncak lantaran dinilai memicu ancaman banjir bandang yang makin parah.
"Dalam rangka kami dari LH dapat aduan masyarakat begitu banyak dan juga dampak banjir yang terjadi luar biasa dalam rangka juga menegakkan aturan hukum Undang-Undang berlaku," kata Menko Pangan Zulkifli Hasan usai melakukan penyegelan.
"Empat hari ini, besok mungkin nambah lagi," sambungnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
