Tim Unpad dengan Program Desa Wisata Situs Gunung Padang Raih Runner Up Genera-Z Berbakti 2026

Adi Haryanto
Penyampaian laporan akhir program Genera-Z Berbakti 2026 dari perwakilan Tim Amerta Pertiwi Unair yang berhasil meraih The Best Team dan diikuti oleh Tim Pelita Unpad sebagai Runner Up I. (Foto: Istimewa).

BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Tim Pelita Universitas Padjajaran (Unpad) meraih posisi Runner Up I dalam penilaian Genera-Z Berbakti 2026.

Tim ini sebelumnya terjun melakukan pengabdian selama kurang lebih sebulan di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Berdasarkan penilaian dan tahap tanya jawab dengan dewan juri, Tim Pelita Unpad kalah bersaing dari Tim Amerta Pertiwi dari Universitas Airlangga (Unair) yang ditetapkan sebagai Best Team.

Disusul oleh Tim Pelita Unpad sebagai Runner-Up I, kemudian Runner-Up II diraih oleh Tim KATALIS dari Universitas Indonesia (UI), sementara Tim Laskar Selasik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menempati posisi sebagai Runner-Up III.

Keempat tim pemenang Genera-Z Berbakti 2026 tersebut dinilai dalam penyampaian laporan akhir kegiatannya. Yakni berdasarkan empat parameter penilaian, mencakup kualitas presentasi, implementasi program, dampak program, dan keberlanjutan program.

Hal itu tidaklah mudah, karena setiap tim sekembalinya dari masa pengabdian dari tiap desa wisata binaan Bakti BCA, harus menyampaikan laporan akhir dari kegiatannya. Itu sekaligus mengakhiri perjalanan Genera-Z Berbakti 2026 yang diselenggarakan Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA.

“Selamat bagi seluruh pemenang Genera-Z Berbakti 2026. Kalian adalah juara, dan berhasil membuktikan konsistensi serta komitmen menjalankan seluruh rencana hingga terwujud di lokasi pengabdian," kata Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, yang hadir langsung di sesi penyampaian laporan akhir, Sabtu (29/8/2026).

Pihaknya sangat mengapresiasi pengabdian para pemenang selama sekitar satu bulan lebih di berbagai Desa Wisata binaan Bakti BCA. Keempat tim telah membuktikan kemampuannya turun langsung dan menghadirkan dampak bagi masyarakat di lokasi masing-masing.

"Ke depan, kami berkomitmen terus mendukung generasi muda Indonesia untuk selalu berkarya, berdampak, dan tumbuh menjadi generasi penerus yang kuat serta memiliki pendirian dalam beraktivitas,” ucapnya.

Program Genera-Z Berbakti merupakan wujud komitmen BCA untuk mengajak generasi muda berkontribusi langsung mengembangkan desa wisata di Indonesia dengan konsep call for proposal.

Pada tahun ini, ada lebih dari 260 proposal dari 98 perguruan tinggi negeri yang masuk selama masa pendaftaran. Dari jumlah tersebut, delapan tim terpilih untuk menjalani babak penjurian. Sebanyak 4 tim terpilih sebagai pemenang, dan berkesempatan mengabdi langsung di empat Desa Bakti BCA selama sebulan lebih.

"Kami senang sekali bisa mengikuti perjalanan keempat tim dari awal hingga akhir, dari ruang presentasi sampai ke desa dan kembali lagi ke kampus masing-masing. Semoga seluruh pemenang dapat membawa banyak nilai dan kesan positif dari program ini, untuk menjadi modal penting dalam pengembangan diri,” harapnya.

Sementara itu para mahasiswa mengaku meninggalkan kesan mendalam di desa tempat mereka tinggal sebulan terakhir. Tim Amerta Pertiwi dari Unair tidak pernah menyangka akan menyandang titel Best Team pada Genera-Z Berbakti 2026. Sebab mereka tak memasang target muluk-muluk dari pengabdian di Desa Wisata Patakbanteng, Wonosobo.

“Sesi penilaian akhir kami anggap seperti sesi sharing, dengan kami sebagai pembawa informasi dari lapangan. Seandainya mendapat kesempatan, kami juga sangat terbuka untuk membahas lebih lanjut mengenai potensi-potensi yang dimiliki Desa Patakbanteng,” kata Regina, salah satu anggota Amerta Pertiwi.

Sedangkan Tim Pelita Unpad menggambarkan sesi laporan akhir Genera-Z Berbakti seperti simulasi sidang skripsi, namun dengan durasi lebih panjang. Momen ini, bagi mereka, menjadi pengingat bahwa program tim di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Cianjur, bukan sekadar pengabdian biasa.

“Kami harus berpikir keras menangkap konteks pertanyaan saat penilaian akhir, apalagi setiap jawaban kami terus ditanggapi. Mau tidak mau ada sedikit perenungan yang harus dilakukan sebelum menjawab pertanyaan dari para juri,” kata Ghifari, dari Tim Pelita.

Adapun perjalanan tim KATALIS dari UI di Desa Wisata Kakaskasen Dua meninggalkan kesan mendalam bagi para anggotanya. Kesan mendalam ini menjadi salah satu modal kuat Tim KATALIS saat mempresentasikan laporan akhir.

“Awalnya kami pikir hanya bisa menuangkan ide ke dalam proposal, ternyata pada akhirnya bisa menghabiskan momen susah dan sedih bersama dari awalnya tidak begitu dekat hingga bisa di titik sekarang,” kata salah satu anggota tim KATALIS, Divani.

Sementara itu Tim Laskar Selasik yang mengabdi di Desa Wisata Kreatif Terong merasa terbantu oleh umpan balik yang mereka dapatkan saat pemaparan laporan akhir. Mereka menganggap penilaian ini menjadi bagian dari proses belajar yang tak kenal kata selesai.

"Apa yang membuat kami senang justru para juri mengajari kami dan memberikan solusi untuk kami belajar. Suasananya seperti sedang kuliah tapi tanpa SKS,” tandas Faruq, salah satu anggota Laskar Selasik.

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network