UPI Dorong Kader PKK Jadi Agen Perubahan, Keluarga Ramah Lingkungan Dimulai dari Rumah

Susana
UPI memberdayakan kader PKK Desa Ciwaruga untuk mendorong keluarga ramah lingkungan melalui Green Family Education berbasis Quadruple Helix. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Upaya membangun perilaku ramah lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Kebiasaan sederhana di dalam rumah, mulai dari mengelola sampah hingga menggunakan sumber daya secara bijak, justru dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Gagasan tersebut menjadi perhatian Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UPI.

Melalui program bertajuk “Implementasi Hybrid Green Family Education Model Berbasis Quadruple Helix untuk Transformasi Perilaku Ramah Lingkungan Rumah Tangga melalui Pemberdayaan Kader PKK”, UPI mendorong penguatan kapasitas kader PKK agar mampu menjadi penggerak perubahan perilaku ramah lingkungan di tingkat keluarga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 di Desa Ciwaruga, Kabupaten Bandung Barat.

Program ini berangkat dari pemahaman bahwa keluarga memiliki posisi penting dalam membentuk kebiasaan sehari-hari. Cara keluarga mengelola sampah, menggunakan air dan energi, menjaga kebersihan, hingga menerapkan pola hidup berkelanjutan dapat memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Karena itu, perubahan perilaku dinilai perlu dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan masyarakat, yakni rumah tangga.

Kader PKK Didorong Jadi Agen Perubahan

Dalam program tersebut, kader PKK tidak hanya diposisikan sebagai peserta yang menerima materi pelatihan.

Mereka diarahkan menjadi agen perubahan (change agent) yang dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada keluarga serta masyarakat di lingkungannya.

Ketua Tim PkM, Lia Shafira Arlianty, S.Pd., M.Si., mengatakan posisi kader PKK yang dekat dengan keluarga menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan kapasitas kader.

“Pemberdayaan kader menjadi penting karena kader PKK memiliki kedekatan dengan keluarga dan masyarakat. Dengan peningkatan kapasitas kader, edukasi mengenai perilaku ramah lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan disebarluaskan dalam kehidupan rumah tangga,” ujar Lia.

Dengan pendekatan tersebut, pengetahuan mengenai lingkungan diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan. Sebaliknya, informasi dan keterampilan yang diperoleh kader dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Menggabungkan Akademisi, Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha

Program Green Family Education yang diterapkan UPI juga menggunakan pendekatan Quadruple Helix.

Pendekatan ini mempertemukan empat unsur, yakni akademisi, pemerintah, masyarakat, serta dunia usaha atau industri.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang lebih kuat. Persoalan lingkungan tidak dipandang sebagai tanggung jawab satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pengetahuan dan inovasi, pemerintah mendukung dari sisi kebijakan dan kelembagaan, masyarakat menjadi pelaku utama perubahan, sementara dunia usaha dan industri dapat mengambil bagian sesuai kapasitasnya.

Model ini diharapkan membuat upaya membangun keluarga ramah lingkungan memiliki fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Kader Belajar Konsep Green Family hingga Strategi Edukasi

Dalam pelaksanaan kegiatan, para kader mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan mengenai konsep keluarga hijau atau green family.

Materi yang diberikan mencakup perilaku ramah lingkungan di tingkat rumah tangga, penggunaan sumber daya secara bijak, hingga strategi komunikasi dan edukasi kepada keluarga.

Tidak berhenti pada pemahaman konsep, kader juga diarahkan untuk melihat persoalan lingkungan dari kebiasaan sehari-hari.

Mereka didorong mengidentifikasi aktivitas rumah tangga yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kemudian mencari langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menguranginya.

Pendekatan praktis tersebut menjadi bagian penting dalam program karena perubahan perilaku akan lebih mudah diterapkan apabila disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat.

Perubahan Lingkungan Dimulai dari Kebiasaan Sederhana

Konsep keluarga ramah lingkungan dalam program ini tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang rumit ataupun membutuhkan biaya besar.

Sebaliknya, perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah.

Pengelolaan sampah yang lebih baik, mengurangi pemborosan sumber daya, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih berkelanjutan merupakan contoh perilaku yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan cara tersebut, edukasi lingkungan diharapkan menjadi lebih realistis dan mudah diterima masyarakat.

Kader PKK kemudian memiliki peran penting untuk membantu keluarga memahami bahwa perilaku ramah lingkungan dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing.

UPI Perkuat Kontribusi Perguruan Tinggi di Masyarakat

Kegiatan PkM di Desa Ciwaruga sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UPI dalam mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga ikut menjawab persoalan sosial dan lingkungan di masyarakat.

Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat, program Green Family Education diharapkan dapat menghasilkan model edukasi keluarga yang aplikatif sekaligus dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut juga membuka peluang bagi kader PKK untuk terus mengembangkan pengetahuan yang diperoleh melalui praktik di lingkungan keluarga masing-masing.

Menuju Keluarga yang Lebih Sadar Lingkungan

Ke depan, pemberdayaan kader PKK di Desa Ciwaruga diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan PkM selesai.

Pendampingan dan penerapan konsep Green Family Education dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting agar pengetahuan yang diperoleh dapat berubah menjadi kebiasaan.

Kader PKK diharapkan mampu menjadi penggerak terbentuknya keluarga-keluarga yang semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus memiliki komitmen menerapkan pola hidup berkelanjutan.

Pada akhirnya, perubahan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar.

Ia dapat tumbuh dari rumah, dari kebiasaan kecil, dan dari orang-orang yang bersedia mengajak lingkungan sekitarnya berubah.

Melalui pemberdayaan kader PKK, UPI berupaya mendorong agar semangat tersebut berkembang menjadi gerakan bersama untuk menciptakan keluarga yang lebih berdaya, lingkungan yang lebih sehat, serta kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Editor : Rizal Fadillah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network