Laga Persija vs Persib Kembali ke GBK, Operator Liga Rilis Poin Atensi Khusus

Niko Prayoga
Pertarungan sengit di ajang Super League Indonesia 2026/2027 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung akhirnya dipastikan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Foto: AI

JAKARTA, iNewsBandungRaya.id — Pertarungan sengit di ajang Super League Indonesia 2026/2027 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung akhirnya dipastikan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Laga klasik ini menjadi salah satu duel yang paling dinantikan publik setelah sekian lama tidak dapat dihelat di Jakarta.

President Director I.League, Ferry Paulus, mengonfirmasi bahwa seluruh perizinan secara prinsip telah dikantongi. Kendati demikian, tingginya rivalitas dari kedua tim—di mana Persib berambisi mempertahankan gelar juara dan Persija bertekad merebut takhta Super League musim ini—menuntut pengawasan ekstra ketat dari seluruh pihak.

“Bahwa rivalitas antara Persija dan Persib ini memang memakan perhatian yang sungguh luar biasa. Apalagi di dalam kesehariannya, di dalam keinginan dari kedua klub ini, di mana Persib ingin pertahankan gelar juaranya dan Persija juga tentu ingin merebut gelar juara di Super League tahun ini. Sehingga sangat penting kita sama-sama mau menggelar dan mau memberikan beberapa atensi bagi semua khalayak yang terlibat di dalam kegiatan ini," kata Ferry Paulus dalam konferensi pers di Hall Super League Jakarta, Rabu (10/9/2026).

Mengingat tingginya tensi pertandingan, operator kompetisi merilis sejumlah arahan dan panduan khusus. Meski laga dipastikan berlangsung tanpa kehadiran suporter tim tamu (Persib), kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama demi menjaga suasana tetap kondusif.

Ferry secara khusus mengimbau para pendukung Persija, Jakmania, untuk menjadi tuan rumah yang ramah dan bijak. Ia menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas di media sosial agar tidak memicu gesekan.

“Yang pertama tentunya, kami sebagai liga sangat menginginkan Persija, Jakmania, suporter Persija untuk bisa menjaga rumahnya dengan menjadi tuan rumah yang baik tentunya. Dan tidak juga mengundang atau memprovokasi atau memberikan atensi-atensi yang lebih terutama di dalam sosmed, sosial media. Jadi nggak ada tuh perang urat syaraf," ungkapnya.

Selain itu, pendukung yang hadir di stadion diminta untuk memberikan dukungan positif dan menjaga ketertiban. Guna memastikan sterilisasi, pihak panitia mewajibkan penonton yang datang mengenakan atribut resmi klub tuan rumah.

“Bahkan kami lihat persyaratan utama dari penonton yang hadir di kesempatan ini dari pihak Persija sendiri mengharuskan dan mewajibkan menggunakan jersey daripada Persija, entah jersey tahun ini, tahun lalu, tahun sebelumnya, dan sebagainya. Sehingga itu mengindikasikan bahwa penonton yang hadir adalah betul-betul suporter yang datangnya dan mendukung Persija. Karena memang larangan dari tim tamu khusus untuk pertandingan ini tidak diizinkan untuk hadir," terang Ferry.

Dari sisi pengamanan, koordinasi bersama aparat kepolisian telah dimaksimalkan dengan menyiapkan skenario ketat, termasuk penebalan personel di rute-rute strategis menuju kawasan SUGBK.

“Kemudian dari sisi lain, pihak keamanan juga sudah memberikan atensi dan menebalkan beberapa routing bahkan saya dengar ada akan ada beberapa kegiatan-kegiatan untuk mengantisipasi dari kegiatan tersebut,” lanjutnya.

Ferry juga menegaskan bahwa PSSI dan I.League tidak akan mentolerir segala bentuk aksi anarkis maupun kriminal. Operator liga siap mendorong tindakan hukum tegas di tempat bagi oknum yang terbukti membuat kerusuhan.

“Oleh karena itu, kami akan selalu bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk meminta kepada kepolisian jika ada penonton-penonton atau suporter atau apapun juga yang sifatnya merugikan, baik itu anarkisme, kemudian ada hal-hal yang negatif, bahkan sampai mengarah kepada kriminal, maka kita akan mendorong kepada pihak Polri untuk menangkapnya, menindak secara tegas," tutur Ferry.

Langkah tegas ini diambil guna menjaga tren positif iklim sepak bola Indonesia yang tengah menanjak di level kawasan ASEAN. Laga Persija kontra Persib diharapkan dapat menjadi panggung adu taktik dan kualitas sepak bola sejati tanpa diwarnai insiden di luar lapangan.

“Karena kita harus menjaga liga, dalam hal ini kita sudah ada di posisi yang baik ya, di ASEAN, kemudian kita juga sedang ada beberapa agenda sepak bola lainnya, sehingga sangat penting untuk menjaga kepada Persija, menjaga supaya penonton yang hadir itu benar-benar Persija thok, mendukung Persija, supaya tidak ada gesekan dan sekali lagi, tidak dibenarkan ada hal-hal yang negatif sifatnya,” pungkasnya.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network