BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Cibeunying Kidul keluar sebagai juara pertama Balad Melly Mini Soccer Cup 2026 (BMMS 2026) setelah menuntaskan persaingan dengan 23 kecamatan lainnya di Kota Bandung.
Turnamen yang digelar Relawan Balad Melly bersama Anggota DPR RI Melly Goeslaw itu berlangsung selama dua hari, 5-6 September 2026, di Cozy Infini Mini Soccer, Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota Bandung.
Cibeunying Kidul memastikan gelar juara pertama. Sementara Batununggal menempati posisi kedua, Cibiru sebagai juara ketiga, dan Ujungberung meraih juara harapan.
Selain penghargaan untuk tim, sejumlah penghargaan individu juga diberikan. Sandy dari Cibeunying Kidul dinobatkan sebagai Best Player, sedangkan Tora dari Astana Anyar menjadi Top Score. Ujungberung mendapat penghargaan sebagai Best Supporter.
Persaingan turnamen ini diikuti 24 kecamatan di Kota Bandung dengan mengusung semangat "Seru Tapi Serius". Kompetisi tersebut terbuka bagi peserta laki-laki berusia 17 hingga 40 tahun dan digelar tanpa biaya pendaftaran.
Melly Goeslaw mengatakan, sepak bola tidak hanya mengajarkan pemain untuk rendah hati ketika menang, tetapi juga belajar menerima kekalahan.
"Sepak bola bukan hanya mengajarkan untuk rendah hati saat menang, namun juga belajar berlapang dada saat kalah," kata Melly, Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, semangat tersebut tidak hanya berlaku bagi para pemain, tetapi juga para suporter yang memberikan dukungan selama pertandingan.
Dikatakan Melly, turnamen ini awalnya menyediakan total hadiah Rp65 juta. Namun, jumlah tersebut bertambah setelah mendapat dukungan dari sejumlah pihak diantaranya; Manager Persib Bandung Umuh Muchtar hingga Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa.
Dengan tambahan tersebut, total hadiah BMMS 2026 meningkat menjadi Rp100 juta.
Melly mengatakan, gagasan menggelar turnamen tersebut muncul setelah dirinya mendapat energi positif dari sepak bola dan pertandingan Persib.
"Ini saya ngadain kegiatan ini gara-gara nonton Persib. Dapat energi baiknya tuh," ujar Melly.
Antusiasme peserta juga disebut cukup tinggi. Dari sekitar 30 kecamatan di Kota Bandung, sebanyak 24 kecamatan ikut ambil bagian dalam turnamen karena memiliki klub yang siap bertanding.
"Ini kan banyak peminatnya. Tadi yang 30 kecamatan kalau mereka siap pasti 30-nya ikut. Karena ada enam yang tidak punya klub, jadi 24 itu sudah luar biasa," katanya.
Pada babak akhir, Cibeunying Kaler dan Kiaracondong masuk dalam enam besar. Sementara Babakan Ciparay, Gedebage, Panyileukan, Astana Anyar, Arcamanik, dan Antapani berada di jajaran 12 besar.
Adapun tim yang masuk 24 besar terdiri dari Cicendo, Coblong, Buahbatu, Bandung Wetan, Rancasari, Sumur Bandung, Cinambo, Bandung Kidul, Andir, Sukajadi, Lengkong, dan Regol.
Melly mengatakan, turnamen tersebut tidak hanya ditujukan sebagai ajang pertandingan, tetapi juga diharapkan menjadi wadah untuk menemukan pemain-pemain potensial dari Kota Bandung.
Ia berharap pemain yang memiliki kemampuan dapat terus berkembang dan nantinya memberikan kontribusi bagi daerah maupun Indonesia.
Menurut Melly, sepak bola juga dapat memberikan dampak di luar lapangan. Selama turnamen berlangsung, aktivitas ekonomi ikut bergerak, mulai dari pedagang di sekitar lokasi hingga pembuat kaus dan pihak lain yang terlibat dalam kebutuhan penyelenggaraan.
Dengan berakhirnya turnamen, Melly menyampaikan apresiasi kepada seluruh 24 kecamatan yang telah ambil bagian. Ia juga berterima kasih kepada Kemenpora dan GEMAR atas dukungannya.
Pihaknya membuka peluang untuk kembali menggelar kompetisi serupa pada 2027. Turnamen tersebut juga diharapkan dapat berkembang lebih luas, mulai dari tingkat kota, provinsi hingga nasional. (*)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
