Fast Track Financing ModalSaham Memanas: 200+ Pendaftar Berebut 4 Kursi Terakhir Senilai Rp45 Miliar

Mulki Albar
Fast Track Financing Batch II-2026. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Persaingan ketat tengah terjadi di lantai bursa pembiayaan korporasi alternatif. Tercatat lebih dari 200 badan usaha kini saling berebut untuk mengamankan sisa kuota program Fast Track Financing Batch II-2026 yang digagas oleh PT Modal Saham Asia Investama melalui lini brand ModalSaham.

Saat ini, pihak pengelola tengah memasuki fase krusial dalam menyaring empat kandidat korporasi terakhir. Dari total target penyaluran senilai Rp100 miliar, masih ada sisa alokasi dana segar sebesar Rp45 miliar yang siap dikucurkan guna melengkapi kuota akhir sebanyak 10 perusahaan penerima manfaat.

Sebelumnya, hingga pengujung Agustus 2026 lalu, ModalSaham sukses mengalirkan dana senilai Rp55 miliar kepada enam entitas bisnis dari sektor yang sangat beragam, meliputi bidang agribisnis, konstruksi, manufaktur, periklanan, properti, hingga sektor transportasi. Dari jumlah tersebut, sektor konstruksi menyerap porsi terbesar mencapai Rp22 miliar, sementara lima bidang lainnya menerima kucuran dana yang disesuaikan secara spesifik berdasarkan skala pengerjaan, siklus arus kas, kapasitas internal, serta proyeksi penggunaan modal.

Keberhasilan program ini bukanlah pencapaian instan. Pada penyelenggaraan perdananya lewat Batch I di tahun 2025 silam, platform ini sukses menyalurkan Rp40 miliar kepada sembilan sektor produktif berbeda, mulai dari fabrikasi, kendaraan listrik, logistik, outsourcing, pangan, perminyakan, hingga teknologi. Efek kucuran modal tersebut terbukti signifikan, di mana sejumlah peserta sukses melipatgandakan pendapatan mereka hingga dua hingga tiga kali lipat hanya dalam kurun waktu satu tahun operasional.

Seleksi Ketat dan Perpanjangan Masa Pendaftaran

Melihat antusiasme yang begitu masif dari para pelaku industri, manajemen akhirnya memutuskan untuk memperpanjang batas akhir masa pendaftaran hingga 30 November 2026. Seluruh proses pencairan dana sendiri telah dimulai sejak bulan Maret dan dijadwalkan terus bergulir sampai penghujung Desember 2026 mendatang.

Adanya tambahan waktu ini diharapkan mampu dimanfaatkan secara optimal oleh perusahaan-perusahaan potensial untuk merapikan laporan keuangan, melengkapi dokumen legal, serta memvalidasi rencana kebutuhan dana. Meskipun pendaftaran diperpanjang, standar seleksi yang diterapkan tetap dijaga ketat tanpa kompromi.

"Banyaknya pengajuan membuat kami perlu membedakan antara kebutuhan dana dan kesiapan menggunakan modal. Kami ingin manajemen mampu menjelaskan alasan ekonomi di balik pengajuan: keputusan apa yang akan dijalankan ketika modal tersedia, bagian usaha mana yang menjadi prioritas, dan hasil apa yang ingin dicapai setelah fasilitas masuk. Bagi kami, kualitas pengajuan terlihat dari kemampuan perusahaan mengambil keputusan yang disiplin, bukan dari panjangnya dokumen atau besarnya angka yang diajukan," ujar Reza.


Fast Track Financing Batch II-2026. (Foto: Ist)

Program pembiayaan ini secara spesifik menyasar badan usaha berbentuk PT atau CV yang sudah beroperasi minimal dua tahun, berdomisili di kawasan Jabodetabek (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten), mengusung model bisnis antar-perusahaan (B2B), memiliki omzet tahunan minimal Rp12 miliar, serta mempunyai catatan bersih pada layanan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) OJK.

Ragam Skema Pembiayaan Sesuai Siklus Usaha

Dalam praktiknya, ModalSaham tidak menerapkan skema pendanaan yang dipukul rata. Struktur pembiayaan dirancang secara fleksibel menyesuaikan karakter transaksi masing-masing korporasi melalui berbagai instrumen, seperti invoice financing, purchase order financing, project financing, supply chain financing, inventory financing, working capital financing, employee financing, hingga equity financing.

"Setelah struktur pembiayaan disepakati, kami ingin melihat apa yang benar-benar berubah di perusahaan. Modal seharusnya bergerak menjadi aktivitas yang bisa diamati: proyek berjalan, pesanan terpenuhi, persediaan terjaga, kapasitas bertambah, atau ruang ekspansi terbuka. Bagi kami, kualitas pembiayaan tidak berhenti pada saat dana dicairkan. Nilainya terlihat ketika perusahaan dapat menunjukkan hubungan antara modal yang digunakan dan kemajuan usaha yang ingin dicapai. Prinsip itu kami gunakan agar fasilitas mempunyai fungsi yang jelas setelah masuk ke operasi," tambah Reza.

Dukungan analitis dalam proses kurasi ini turut diperkuat oleh jajaran direksi yang kompeten. Di lini operasional, manajemen risiko diawasi langsung oleh Ronaldo Victor Sianipar selaku COO ModalSaham, yang memastikan setiap kucuran dana memiliki titik kontrol yang jelas dan transparan.

"Dari sisi operasional, kami melihat apakah rencana yang sudah disetujui dapat dijalankan dan dipantau dengan jelas. Penggunaan dana perlu dapat ditelusuri ke kebutuhan yang memang diajukan, perkembangan pekerjaan harus bisa dibandingkan dengan dokumen pendukung, dan sumber pembayaran perlu tetap dapat diperiksa selama fasilitas berjalan. Pengelolaan risiko bukan untuk mengulang proses seleksi, tetapi untuk menjaga agar pelaksanaan tetap berada dalam batas yang sudah disepakati. Semakin jelas titik kontrolnya, semakin cepat tim mengetahui apabila pelaksanaan mulai berbeda dari rencana," tegas Ronaldo.

Dengan sistem verifikasi berlapis dan transparansi dokumen yang ketat—mulai dari audit laporan keuangan, purchase order, hingga rekam jejak piutang—program ini berkomitmen untuk menyalurkan modal secara tepat sasaran, membantu korporasi bertumbuh secara sehat, hingga membuka peluang strategis menuju penawaran umum perdana saham (IPO) di masa mendatang bagi perusahaan yang memenuhi kualifikasi tata kelola tingkat lanjut.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network