Produksi Industri Indonesia Meluas, Sejumlah Sektor Jadi Bagian Rantai Pasok Dunia

Susana
Mengintip kekuatan industri Indonesia lewat konsep Make in Indonesia. (Foto: Istimewa).

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Istilah Make in Indonesia semakin menarik perhatian ketika berbicara tentang kekuatan industri nasional. Di balik berbagai produk yang digunakan masyarakat sehari-hari, terdapat jaringan manufaktur Indonesia yang produksinya tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memasok pasar global.

Hal ini memiliki kaitan dengan gagasan Indonesia Incorporated yang dalam sejumlah kesempatan disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Dalam konsep tersebut, pemerintah, dunia usaha, serta pelaku ekonomi dari berbagai skala didorong untuk bekerja sama memperkuat daya saing nasional.

Namun, sejumlah kapasitas produksi besar yang ada di Indonesia bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba pada era pemerintahan saat ini. Banyak di antaranya merupakan hasil pembangunan industri selama bertahun-tahun.

Lantas, seberapa besar sebenarnya kapasitas industri yang beroperasi di Indonesia?

Berikut sejumlah fakta dari sektor kesehatan, makanan, otomotif, pertambangan, kimia hingga manufaktur yang menggambarkan skala industri Indonesia.

1. Bio Farma dan Produksi Vaksin Polio

Indonesia memiliki industri vaksin yang telah masuk dalam rantai pasok kesehatan global.

PT Bio Farma disebut mampu memenuhi sekitar 67 persen kebutuhan vaksin polio dunia dan menjadi salah satu produsen utama vaksin nOPV2 yang digunakan dalam upaya penanggulangan wabah polio.

Posisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan manufaktur Indonesia tidak hanya berkaitan dengan produk konsumsi, tetapi juga sektor kesehatan yang memiliki standar produksi internasional.

2. Pabrik Barbie Terbesar di Dunia Ada di Indonesia

Produk Barbie yang dikenal di berbagai negara juga memiliki jejak produksi di Indonesia.

Mattel Indonesia disebut memiliki kapasitas sekitar 85 juta boneka fashion dan 120 juta mobil mainan per tahun.

Skala tersebut menjadikan fasilitas produksi Mattel di Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur mainan terbesar dalam jaringan global perusahaan.

3. Minyak Cengkeh Indonesia Menjangkau Pasar Dunia

Sektor bahan baku juga menjadi bagian penting dari kekuatan manufaktur nasional.

Indesso Aroma disebut memproses lebih dari 2.000 ton minyak cengkeh per tahun.

Perusahaan tersebut juga disebut menguasai sekitar 60 persen pasar dunia untuk minyak cengkeh dan turunannya, termasuk eugenol dan vanilin alami.

Produk berbasis komoditas Indonesia tersebut kemudian menjadi bahan bagi berbagai industri di pasar internasional.

4. Bogasari Jakarta dan Produksi Tepung Skala Raksasa

Indonesia juga memiliki fasilitas penggilingan gandum dengan kapasitas sangat besar.

Bogasari Jakarta disebut memiliki kapasitas sekitar 11.650 ton tepung per hari, atau lebih dari 4 juta ton per tahun.

Skala produksi tersebut menjadikannya salah satu fasilitas penggilingan tepung terbesar di dunia dalam satu lokasi.

5. Dari Lampung, Nanas Indonesia Masuk Pasar Global

Di sektor agroindustri, Great Giant Pineapple (GGP) Lampung mengolah sekitar 2.000 ton nanas per hari.

Produknya mencakup nanas kalengan dan konsentrat jus nanas. Dalam bahan yang dihimpun, fasilitas tersebut disebut sebagai produsen nanas kalengan dan konsentrat jus nanas terbesar ketiga dunia.

Ini memperlihatkan bagaimana komoditas pertanian dapat dikembangkan menjadi produk industri dengan pasar ekspor.

6. Indomie Diproduksi Puluhan Miliar Bungkus

Produk mi instan juga menunjukkan besarnya skala manufaktur Indonesia.

Indomie disebut memiliki kapasitas produksi sekitar 34 miliar bungkus per tahun.

Merek tersebut juga memiliki posisi kuat di sejumlah pasar, termasuk Indonesia, Nigeria, Mesir, Arab Saudi, Turki dan Uni Emirat Arab.

Artinya, produk yang diproduksi dari basis manufaktur Indonesia tidak hanya berputar di pasar domestik.

7. Pupuk Indonesia dan Ketahanan Pangan

Industri pupuk menjadi bagian strategis karena berkaitan langsung dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Pupuk Indonesia disebut memiliki kapasitas produksi sekitar 14,5 juta ton pupuk per tahun.

Kapasitas tersebut menempatkannya sebagai salah satu produsen pupuk terbesar di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Penguatan industri pupuk juga menjadi perhatian pemerintah dalam agenda ketahanan pangan. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan lima pabrik pupuk selesai sebelum 2029.

8. Smelter Freeport Manyar di Gresik

Perubahan struktur industri Indonesia juga terlihat dari sektor hilirisasi mineral.

Smelter PT Freeport Indonesia di Manyar, Gresik, dirancang untuk mengolah sekitar 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Fasilitas tersebut disebut sebagai smelter tembaga satu jalur (single-line) terbesar di dunia.

Kehadiran fasilitas pemurnian di dalam negeri menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah mineral sebelum masuk ke rantai industri berikutnya.

9. Morowali dan Industri Pengolahan Nikel

Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjadi salah satu pusat industri pengolahan mineral terbesar di Indonesia.

Dalam data yang dihimpun, kompleks tersebut memiliki kapasitas sekitar 4,2 juta ton nickel pig iron (NPI) dan 4 juta ton stainless steel per tahun.

Morowali kemudian berkembang bukan sekadar sebagai kawasan pertambangan, tetapi menjadi ekosistem industri yang menghubungkan pengolahan nikel dengan industri logam dan manufaktur.

10. Pabrik Pulp Skala Dunia di Sumatera Selatan

Industri kehutanan juga menjadi bagian dari rantai manufaktur ekspor Indonesia.

OKI Pulp & Paper di Sumatera Selatan disebut memiliki kapasitas sekitar 2,8 juta ton pulp per tahun.

Fasilitas tersebut dikenal sebagai salah satu pabrik pulp terbesar di dunia.

11. Gajah Tunggal dan Industri Ban

Indonesia juga memiliki pemain besar di industri ban.

Gajah Tunggal disebut mampu memproduksi sekitar 143.800 ban berbagai jenis setiap hari.

Dengan kapasitas tersebut, perusahaan ini dikenal sebagai salah satu produsen ban terintegrasi terbesar di Asia Tenggara.

12. Industri Kaca Indonesia

Di sektor kaca, Asahimas Flat Glass memiliki kapasitas produksi sekitar 720.000 ton kaca lembaran per tahun.

Produksinya juga mencakup kaca untuk kebutuhan otomotif serta cermin dengan kapasitas jutaan meter persegi.

Skala produksi tersebut membuat Asahimas menjadi salah satu produsen kaca besar di kawasan Asia Tenggara.

13. Indonesia Punya Industri Pengolahan Kakao Besar

Sektor kakao juga menunjukkan bagaimana komoditas pertanian dapat masuk ke industri pengolahan.

BT Cocoa/ofi Tangerang disebut mempunyai kapasitas pengolahan sekitar 150.000 ton kakao per tahun.

Fasilitas tersebut disebut sebagai salah satu pengolah kakao terbesar di Indonesia dan termasuk yang terbesar di kawasan Asia.

14. Sepatu Merek Global Diproduksi di Indonesia

Industri alas kaki menjadi salah satu contoh kuat integrasi Indonesia dengan rantai pasok global.

Pabrik-pabrik Pou Chen di Indonesia diperkirakan menghasilkan sekitar 136 juta pasang sepatu bermerek pada 2025.

Dalam data yang dihimpun, Indonesia menyumbang sekitar 54 persen produksi global Pou Chen. Produk yang dihasilkan berkaitan dengan rantai pasok sejumlah merek global seperti Nike, Adidas, New Balance dan Asics.

15. Pabrik Daihatsu Terbesar di Luar Jepang

Industri otomotif menjadi salah satu sektor manufaktur dengan jaringan produksi yang kuat di Indonesia.

Astra Daihatsu Motor disebut memiliki kapasitas produksi sekitar 530.000 kendaraan per tahun.

Sementara fasilitas produksi di Karawang memiliki kapasitas sekitar 360.000 kendaraan per tahun dan disebut sebagai pabrik Daihatsu terbesar di luar Jepang.

16. Jutaan Motor Honda Diproduksi di Indonesia

Kapasitas industri sepeda motor juga tidak kalah besar.

Astra Honda Motor (AHM) mengoperasikan enam fasilitas produksi dengan kapasitas gabungan sekitar 5,8 juta sepeda motor per tahun.

Skala tersebut menjadikan Indonesia salah satu basis produksi sepeda motor Honda terbesar di dunia.

17. Toyota Indonesia Tembus 10 Juta Kendaraan

Salah satu gambaran paling jelas mengenai skala industri otomotif Indonesia datang dari Toyota.

Toyota Indonesia telah mencapai produksi kumulatif 10 juta kendaraan dan ekspor 3 juta kendaraan ke lebih dari 100 negara. Data perusahaan menyebut angka ekspor kumulatif bahkan mencapai 3.151.794 kendaraan hingga akhir 2025.

Artinya, Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan Toyota, tetapi juga menjadi salah satu basis produksi dan ekspor perusahaan tersebut ke berbagai kawasan dunia.

18. Pabrik L'Oréal di Jababeka

Indonesia juga menjadi bagian dari jaringan manufaktur industri kosmetik global.

Pabrik L'Oréal di Jababeka dibuka pada 2012 dan dalam bahan yang dihimpun disebut sebagai salah satu fasilitas produksi terbesar L'Oréal di dunia.

Kapasitas awalnya sekitar 200 juta produk per tahun, kemudian dikembangkan hingga mencapai sekitar 500 juta produk. Sekitar 60 persen produksinya disebut diekspor ke 20 negara.

19. Industri Keramik Berkapasitas Puluhan Juta Meter Persegi

Arwana Citramulia memiliki kapasitas produksi sekitar 69 juta meter persegi keramik per tahun.

Perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu produsen keramik terbesar di Indonesia dan pernah masuk jajaran produsen keramik besar dunia.

20. Ketika “Make in Indonesia” Menjadi Rantai Industri

Dari vaksin hingga kendaraan, dari pupuk hingga nikel, dari sepatu hingga makanan, daftar tersebut memperlihatkan satu hal penting: manufaktur Indonesia memiliki spektrum yang sangat luas.

Ada industri yang mengolah komoditas lokal. Ada yang menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan multinasional. Ada pula perusahaan nasional yang produknya dipasarkan ke berbagai negara.

Dalam konteks itu, Make in Indonesia bukan sekadar soal barang yang dibuat di dalam negeri. Konsep tersebut berkaitan dengan bagaimana Indonesia membangun kapasitas produksi, teknologi, tenaga kerja, rantai pasok, nilai tambah dan akses pasar global.

Sementara itu, istilah Indonesia Incorporated yang disampaikan Presiden Prabowo merujuk pada gagasan kolaborasi berbagai kekuatan ekonomi nasional. Dalam penjelasan pemerintah, konsep tersebut mencakup kerja sama antara pemerintah, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

Karena itu, menyebut seluruh fakta industri di atas sebagai “implementasi diam-diam” Indonesia Incorporated perlu ditempatkan sebagai sebuah sudut pandang atau interpretasi, bukan fakta bahwa seluruh perusahaan tersebut dibangun sebagai bagian dari satu program pemerintah.

Yang dapat dilihat secara konkret adalah skala manufakturnya: sebagian fasilitas di Indonesia telah mampu memproduksi barang dalam jumlah sangat besar dan memasukkannya ke rantai pasok global.

Toyota, misalnya, telah mengekspor lebih dari 3,15 juta kendaraan produksi Indonesia ke lebih dari 100 negara hingga akhir 2025.

Dengan demikian, cerita tentang Make in Indonesia sebenarnya bukan hanya tentang apa yang sedang dibangun hari ini. Ia juga tentang kapasitas industri yang telah tumbuh selama puluhan tahun dan kini menjadi bagian dari jaringan produksi dunia.

Sumber data: WHO, Bio Farma, Mattel, OICA, Reuters, laporan perusahaan, World Grain, Valmet, ANDRITZ, serta buku We Buy from Indonesia oleh Kadin Indonesia Institute.

Editor : Rizal Fadillah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network