Tidak hanya lapangan, Menpora juga memuji standar empat ruang ganti pemain yang tersedia di SJH. Menurutnya, fasilitas modern tersebut terawat dengan baik sehingga investasi besar yang telah dikucurkan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkesinambungan.
“Kalau kita lihat ruang ganti ada empat dalam kondisi yang baik. Nah, ini yang kita akan terus jaga,” imbuhnya.
Dari sisi penyelenggaraan, Erick memastikan bahwa seluruh kebutuhan operasional tim peserta—mulai dari logistik, armada transportasi, hingga akomodasi hotel di Bandung—telah diatur dan ditanggung penuh oleh pihak FIFA.
Pengamanan Ketat dan Dukungan Penuh Pemkab Bandung
Menyongsong turnamen akbar ini, sektor keamanan menjadi prioritas utama. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menyatakan pihaknya telah menyiagakan sekitar 2.000 personel gabungan dari unsur Kepolisian, TNI, Satpol PP, serta instansi terkait untuk mengawal jalannya pertandingan agar tetap kondusif.
“Kami dari kepolisian akan menjamin untuk kegiatan ini. Kami siap berjaga,” kata Pipit.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan komitmen penuh jajarannya dalam menyukseskan gelaran internasional ini. Dengan daya tampung stadion yang mencapai kurang lebih 27 ribu penonton, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para suporter setia seperti Bobotoh dan Viking, untuk memenuhi tribun dan memberikan dukungan langsung.
“Bukan hanya ASN, tapi ada Bobotoh, ada Viking, penggemar sepak bola di Kabupaten Bandung. Kita akan terus memberikan dukungan,” serunya.
Guna mengantisipasi kemacetan dan memudahkan mobilitas suporter, Pemerintah Kabupaten Bandung juga telah merancang skema khusus berupa penyediaan layanan shuttle bus dari berbagai titik strategis menuju area stadion. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus lalu lintas serta kenyamanan para penonton yang hadir.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
