Transisi Kendaraan Listrik Jadi Topik Bahasan di EV Innovation Summit America 2026

Adi Haryanto
President EV-READY Group, Raine Renaldi dipilih menjadi salah satu pembicara dalam EVIS America 2026, yang akan berlangsung di Toledo, Ohio Amerika, setelah sebelumnya juga jadi pembicara di EVIS Abu Dhabi. Foto/Istimewa

BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Transformasi kendaraan roda dua Indonesia akan dibawa ke panggung industri kendaraan listrik Amerika Serikat.

President EV-READY Group, Raine Renaldi dipastikan menjadi salah satu pembicara dalam Electric Vehicle Innovation Summit (EVIS) America 2026, yang akan berlangsung pada 3–5 November 2026 di Toledo, Ohio.

Dalam pengumuman resminya, EVIS Global memperkenalkan Raine sebagai bagian dari jajaran pembicara EVIS America 2026.

Ia disebut sebagai pemimpin di bidang smart city development, sustainable mobility, dan digital transformation, sekaligus memiliki peran di EV-READY dalam pengembangan mobilitas listrik, termasuk Metro Kapsul dan program konversi kendaraan.

Raine menjadi salah satu figur yang membawa perspektif Indonesia dalam forum yang mempertemukan pemimpin industri otomotif, inovator teknologi, pembuat kebijakan, investor, dan pelaku ekosistem kendaraan listrik global.

Dikonfirmasi mengenai penunjukannya tersebut, Raine menyebut kesempatan itu sebagai bentuk pengakuan terhadap perkembangan industri kendaraan listrik Indonesia.

“Ini sebuah kehormatan bagi kita semua. Bukan hanya bagi saya atau EV-READY, tetapi juga bagi Indonesia. Ini menjadi cerminan bahwa Indonesia juga mulai dilirik oleh global,” katanya, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, kesempatan berbicara di Amerika menjadi momentum untuk memperkenalkan bahwa transformasi kendaraan listrik di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sejumlah negara maju.

Indonesia tidak hanya menghadapi persoalan bagaimana meningkatkan penjualan kendaraan listrik baru, tetapi juga memiliki populasi sepeda motor konvensional dalam jumlah sangat besar yang masih digunakan masyarakat sehari-hari.

Karena itu, salah satu isu yang akan dibawa Raine adalah konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik.

“Indonesia mempunyai tantangan sekaligus peluang yang sangat besar. Kita memiliki jutaan kendaraan yang sudah ada dan masih digunakan. Pertanyaannya bukan hanya bagaimana mengganti kendaraan tersebut dengan kendaraan baru, tetapi bagaimana kendaraan yang sudah ada bisa kita transformasikan menjadi kendaraan listrik,” tuturnya.

Gagasan tersebut bukan sekadar konsep. EV-READY melalui ekosistem EV-GO tengah mengembangkan model konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik sekaligus membangun ekosistem pendukungnya.

EV-GO mengembangkan pendekatan yang tidak berhenti pada pemasangan sistem elektrifikasi, tetapi mencakup conversion facility, battery infrastructure, battery swap, connected vehicle, hingga intelligent mobility.

Dalam implementasinya di Indonesia, EV-GO bahkan telah melakukan pengujian kendaraan hasil konversi bersama pengemudi ojek online di Bali untuk melihat konsumsi baterai, kebutuhan penukaran baterai, kenyamanan, serta aspek operasional kendaraan dalam penggunaan intensif.

EV-GO juga membawa target jangka panjang untuk melakukan konversi hingga 1 juta sepeda motor di Bali secara bertahap sebagai bagian dari pengembangan ekosistem mobilitas listrik. Bagi Raine, pengalaman tersebut justru menjadi salah satu bahan penting yang akan dibawa ke forum Amerika.

“Kita tidak datang hanya membawa teori. Kita ingin membawa apa yang sedang kita kerjakan di Indonesia, termasuk bagaimana mengubah kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik dan bagaimana membangun infrastrukturnya," kata dia.

Raine mengatakan salah satu alasan EV-READY mendapat perhatian di forum internasional adalah karena perusahaan tidak menempatkan diri hanya sebagai produsen kendaraan listrik.

EV-READY mengembangkan berbagai lini yang berada dalam ekosistem future mobility, mulai dari Metro Kapsul, EV-GO, kendaraan listrik, teknologi AI kendaraan, konversi kendaraan, hingga infrastruktur energi dan mobilitas.

“EV-READY bukan hanya bicara mengenai kendaraan. Kami melihatnya sebagai mobility solution. Karena itu ada Metro Kapsul, ada EV-GO, ada conversion technology, ada battery infrastructure dan juga AI,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi penting karena masa depan transportasi tidak akan berdiri sendiri. Kendaraan akan terhubung dengan energi, data, infrastruktur, kota, dan sistem digital.

Salah satu teknologi yang turut menjadi bagian dari perjalanan EV-READY adalah Metro Kapsul, sistem transportasi publik listrik yang dikembangkan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.

EVIS sendiri dalam pengumuman pembicaranya secara khusus menyebut Metro Kapsul sebagai salah satu contoh inisiatif EV-READY dalam pengembangan fully electric urban transit system.

Di sisi lain, EV-GO merepresentasikan pendekatan yang berbeda: bukan membangun kendaraan baru dari nol, tetapi melakukan elektrifikasi terhadap kendaraan yang sudah dimiliki masyarakat.

EVIS America 2026 akan berlangsung di Toledo, Ohio, pada 3–5 November 2026. Forum tersebut dirancang mempertemukan pemimpin industri, pembuat kebijakan, investor, serta inovator yang berkaitan dengan masa depan kendaraan listrik dan mobilitas. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network