BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pengusaha sekaligus Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung, Herwanto Muchtar, resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Kadin Kota Bandung periode 2026–2031.
Deklarasi pencalonan tersebut digelar di The Papandayan Hotel, Kota Bandung, Jumat (25/9/2026). Sekitar 100 orang dari berbagai organisasi dan komunitas pengusaha di Kota Bandung hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung, Rendiana Awangga, turut hadir dalam deklarasi tersebut.
Dalam pencalonannya, Herwin membawa gagasan untuk menjadikan Kadin Kota Bandung sebagai organisasi yang mampu mempertemukan kepentingan dunia usaha dengan pemerintah, investor, pelaku UMKM, hingga komunitas bisnis.
Herwin mengusung visi “Menjadikan KADIN Kota Bandung sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.”
Untuk merealisasikan visi tersebut, Herwin menawarkan lima misi utama.
Pertama, memperluas akses pasar nasional dan internasional. Kedua, membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketiga, memperkuat kemitraan antara dunia usaha dan pemerintah. Keempat, mendorong digitalisasi dan inovasi sektor usaha. Kelima, meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing pelaku usaha lokal.
Dorong Kadin Kota Bandung Lebih Dekat dengan Pelaku Usaha
Herwin menilai perkembangan ekonomi dan transformasi digital membuat dunia usaha membutuhkan organisasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
Karena itu, Kadin Kota Bandung dalam gagasan yang ditawarkannya diposisikan sebagai wadah dunia usaha yang tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing pelaku usaha.
Kadin juga diarahkan menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi Kota Bandung.
Program yang ditawarkan Herwin menyasar kebutuhan praktis para pelaku usaha, terutama sektor UMKM. Beberapa di antaranya berupa pelatihan manajemen bisnis, pengelolaan keuangan, pemasaran digital, serta inkubasi bisnis untuk startup dan UMKM.
Herwin juga menawarkan fasilitasi akses pembiayaan dan pendampingan sertifikasi halal, BPOM, serta SNI. Selain itu, terdapat program business matching yang mempertemukan investor dengan pelaku usaha.
Penguatan sektor unggulan Kota Bandung turut masuk dalam agenda pencalonannya. Industri kreatif seperti fashion, kuliner dan sektor digital menjadi salah satu fokus, selain pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif serta sektor jasa dan perdagangan.
Ada Kadin Business Hub hingga Program Goes Global
Herwin juga menyiapkan sejumlah program unggulan untuk menerjemahkan visi dan misi tersebut ke dalam program kerja.
Salah satunya Kadin Bandung Business Hub (KBBH) dan Kadin Bandung Business Center (KBBC). Keduanya diarahkan sebagai pusat layanan terpadu Kadin untuk memberikan konsultasi bisnis, legalitas dan pemasaran.
Kemudian terdapat Kadin Bandung Digital Platform (KBDP) yang dirancang menjadi platform digital untuk mendukung marketplace, database, serta networking anggota Kadin.
Untuk menarik investasi, Herwin menyiapkan Kadin Bandung Investment Summit (KBIS) yang dirancang sebagai agenda tahunan untuk mempertemukan Kota Bandung dengan investor nasional maupun global.
Sementara itu, program Kadin Bandung Goes Global (KBGG) diarahkan untuk mendorong misi dagang dan ekspor produk pelaku usaha Bandung ke pasar internasional.
Ada pula Kadin Bandung Training Center (KBTC) yang ditujukan untuk membantu meningkatkan skala usaha dari level mikro menjadi usaha kecil dan menengah.
Keberhasilan program tersebut nantinya akan diukur melalui sejumlah indikator. Di antaranya peningkatan jumlah anggota Kadin aktif, jumlah UMKM binaan yang naik kelas, nilai investasi yang masuk ke Kota Bandung, jumlah pelaku usaha yang terdigitalisasi, serta peningkatan volume ekspor daerah.
Tiga Periode Jadi Wakil Ketua Kadin Kota Bandung
Herwin Muchtar memiliki pengalaman panjang di dunia usaha dan organisasi pengusaha di Jawa Barat.
Dalam profil pencalonannya, Herwin tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Kadin Kota Bandung selama tiga periode, yakni 2011–2016, 2016–2021 dan 2021–2026.
Pengalaman organisasi lainnya antara lain sebagai Ketua BPC HIPMI Kota Bandung periode 2009–2012 dan Ketua Bidang III Perindustrian dan Perdagangan BPD HIPMI Jawa Barat periode 2012–2015.
Herwin juga pernah berada di Kompartemen Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan UMKM BPP HIPMI periode 2019–2022.
Saat ini, ia tercatat sebagai Sekretaris Bandung Tourism Promotion Board periode 2026–2030 serta Wakil Ketua PHRI Jawa Barat periode 2024–2029.
Dari sisi pendidikan, Herwin memiliki gelar Master of Business Administration (MBA) dari Institut Teknologi Bandung. Ia juga merupakan lulusan profesi Apoteker dan Sarjana Farmasi Universitas Padjadjaran.
Pengalaman profesionalnya antara lain sebagai President Director Cihampelas Hotel Group dan Managing Director CV Kincai Indah yang bergerak di bidang garment.
Herwin Tekankan Kolaborasi Dunia Usaha
Berbekal pengalaman tersebut, Herwin membawa tema besar penguatan kolaborasi antara asosiasi, komunitas, pemerintah dan pelaku usaha.
Menurut rancangan programnya, sinergi menjadi salah satu strategi utama dalam menjalankan berbagai agenda Kadin Kota Bandung.
Kolaborasi tersebut mencakup kerja sama dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sinergi dengan asosiasi dan komunitas bisnis, pemanfaatan teknologi digital, serta monitoring dan evaluasi program secara berkala.
Deklarasi pencalonan ini menjadi momentum bagi Herwin untuk menyampaikan arah kepemimpinannya menjelang Musyawarah Kota (Mukota) Kadin Kota Bandung yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026.
Herwin pun mengajak asosiasi dan komunitas bisnis untuk membangun gerakan bersama dalam mendorong perkembangan dunia usaha di Kota Bandung.
“Usaha ini akan sangat berjalan lancar apabila kita lakukan secara bersama-sama. Mari kita MAJU BERSAMA, karena BERSAMA KITA BISA,” kata Herwin.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
