Ruang Setara Tanpa Batas: Cerita di Balik Perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional

Aga Gustiana
Langkah Nyata Grab Indonesia Rayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional Lewat Kampanye Teman Setara. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Menyambut momentum Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menggencarkan gerakan bertajuk “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh”. Gerakan inklusif ini melibatkan seluruh lini, mulai dari pengemudi, mitra merchant, pengguna umum, hingga karyawan internal. Berbagai agenda digelar, seperti pelatihan bahasa isyarat bagi 650 mitra di enam kota, pembagian 1.000 rompi khusus bagi driver Tuli, hingga program edukasi di lingkungan kantor.

Seluruh rangkaian program tersebut merupakan manifestasi perjalanan hampir satu dekade Grab dalam merajut ekosistem tanpa batas. Perusahaan berfokus memperluas edukasi, menyajikan fitur aplikasi yang ramah disabilitas, serta membuka peluang setara bagi Teman Tuli agar bisa berkarya dan berkembang bersama.

Richard Aditya selaku Director of Grab Indonesia mengungkapkan pandangannya terkait perjalanan panjang ini.

“Selama hampir satu dekade, perjalanan bersama Teman Tuli mengajarkan kami bahwa ekosistem inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap orang dapat merasa diapresiasi dan menjadi bagian dari interaksi yang setara dalam keseharian. Perjalanan bersama Teman Tuli, baik sebagai Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, maupun pelanggan, terus memberikan berbagai pengalaman dan pembelajaran bagi kami. Melalui berbagai ruang interaksi dan edukasi yang telah kami hadirkan, kami ingin memperluas pemahaman bahwa inklusivitas merupakan bagian dari pengalaman bersama dalam ekosistem Grab.”

Kolaborasi dan Distribusi Rompi untuk Mitra Pengemudi

Pojok darat (kopdar) spesial yang dihelat di Jakarta, Semarang, dan Medan menjadi wadah bagi ratusan driver untuk mendalami bahasa isyarat bersama komunitas Teman Tuli. Acara ini mendapat dukungan penuh dari berbagai organisasi seperti GERKATIN, HWDI, Konekin, dan DNetwork.

Selain pelatihan, kolaborasi bersama Indosat melahirkan 1.000 rompi Teman Setara yang didistribusikan langsung kepada pengemudi Tuli. Pendanaan produksi rompi ini turut dibantu oleh partisipasi pelanggan yang membeli produk IM3 dan Tri via aplikasi. Atribut tersebut dilengkapi ilustrasi gestur dasar agar komunikasi penumpang dan pengemudi makin lancar. Musisi sekaligus kreator konten Idgitaf juga turut hadir memeriahkan sesi belajar isyarat tersebut.

Imelda Situmorang, seorang pengemudi perempuan Tuli, membagikan kesan positifnya mengikuti agenda ini.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi kami untuk saling belajar dan berbagi pemahaman tentang budaya Tuli, termasuk mengenalkan fitur Grab yang dapat digunakan dalam keseharian. Rompi Teman Setara juga membantu memperlancar komunikasi karena memuat informasi visual yang dapat dilihat penumpang, misalnya untuk memberi arahan kiri atau kanan serta menggunakan isyarat sederhana seperti ‘terima kasih’ dan ‘sama-sama’. Kalau kegiatan seperti ini diadakan kembali, saya akan ikut lagi karena banyak ilmu baru yang didapatkan,” kata Imelda Situmorang, Teman Tuli yang juga Mitra Pengemudi Perempuan Grab.

Sebagai catatan, sepanjang tahun 2025 tercatat ada 6.207 mitra disabilitas di kawasan Asia Tenggara yang telah menikmati akses pendapatan mandiri berkat program GrabAccess.

Perluasan Edukasi bagi Mitra Merchant dan Karyawan Internal

Tak hanya pengemudi, program Teras Perwira Spesial Hari Bahasa Isyarat juga merangkul 450 mitra GrabMerchant di Yogyakarta, Bali, dan Bandung. Agenda ini membekali para pelaku usaha kuliner agar lebih percaya diri saat melayani pelanggan dari kalangan Teman Tuli.

Nur Maria Ulfah, pengusaha Pasta Nafisa - Sukapura di Bandung, merasakan langsung manfaat dari kelas interaktif tersebut.

“Sebelumnya saya belum pernah belajar bahasa isyarat, jadi awalnya bingung juga kalau harus berkomunikasi dengan pelanggan Tuli. Setelah ikut sesi ini, ternyata kita bisa mulai dari hal-hal sederhana. Buat saya, edukasi yang diberikan sangat berguna karena sebagai pedagang, kan kita ketemu macam-macam pelanggan. Saya jadi lebih percaya diri untuk melayani Teman Tuli dengan lebih baik,” jelas Nur Maria Ulfah, salah satu Mitra GrabMerchant, pemilik usaha Pasta Nafisa - Sukapura, yang mengikuti kegiatan Teras Perwira di Bandung.

Semangat serupa turut dibawa ke kantor pusat Grab melalui kehadiran pop-up booth Kopi Sunyi. Para karyawan (Grabbers) berkesempatan berinteraksi langsung serta mengikuti sesi immersion dengan ikut merasakan hari-hari bekerja sebagai pengemudi Tuli di lapangan.

Inovasi Teknologi Inklusif di Dalam Aplikasi

Guna memangkas hambatan komunikasi di ranah digital, Grab membenamkan sejumlah fitur canggih seperti Disable Call yang otomatis mengalihkan telepon masuk menjadi pesan teks bagi driver Tuli. Fitur ini disokong pula oleh GrabSupport khusus penyandang disabilitas serta Smart Suggestion Chat Information agar interaksi antara pengguna dan pengemudi berjalan mulus tanpa kendala berarti.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network