"Pengurus jangan gemuk. Tim yang mau kerja saja, pilih dari setiap Inorga yang di lapangan aktif," ujar Prof. Ibo.
Ia menilai jumlah pengurus yang terlalu besar berpotensi membuat koordinasi organisasi menjadi kurang efektif. Karena itu, aspek keterlibatan dan kemampuan bekerja dinilai perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun struktur kepengurusan.
"Kayaknya tidak semua ketua bisa kerja," katanya.
Lima Orang Masuk Tim Formatur
Dalam Muskotlub tersebut juga ditetapkan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan KORMI Kota Bandung periode 2026–2030.
Lima anggota formatur tersebut terdiri dari:
- Topan Ardiansyah Putra - Ketua Formatur sekaligus Ketua KORMI Kota Bandung terpilih.
- Al Hijaz Farabi - Sekretaris Umum KORMI Provinsi Jawa Barat.
- Adi - Perwakilan Inorga OKK dari PMKI.
- Andika - Perwakilan Inorga OTKB dari APRI.
- Eksa Silika - Perwakilan Inorga OPT dari FONI.
Tim formatur selanjutnya akan menggelar rapat perdana untuk menyusun komposisi kepengurusan baru.
Topan: Saatnya Target Organisasi Dijalankan
Ketua KORMI Kota Bandung terpilih, Topan Ardiansyah Putra, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah yang diberikan melalui Muskotlub.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru harus segera bekerja dan menerjemahkan target organisasi ke dalam program yang dapat dijalankan.
"Saya mah tukang kerja, jadi target ideal harus jalan," kata Topan.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa setelah proses Muskotlub selesai, fokus KORMI Kota Bandung akan diarahkan pada pelaksanaan program dan pembinaan organisasi.
Formasprov Jadi Agenda Penting
Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian kepengurusan baru adalah persiapan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Formasprov) yang akan digelar di Kota Bandung.
Prof. Ibo berharap agenda tersebut dapat dipersiapkan sejak awal sehingga dinamika internal organisasi tidak mengganggu pelaksanaannya.
"Formasprov ini momen penting. Kota Bandung jadi tuan rumah. Jangan sampai persiapan terganggu karena dinamika internal," ujarnya.
Ia juga meminta kepengurusan baru segera melakukan penataan program dan pembinaan Inorga setelah Muskotlub berakhir.
"Setelah Muskotlub selesai, semuanya harus fokus kerja. Program jalan, pembinaan Inorga jalan, itu yang ditunggu," kata Prof. Ibo.
Dengan terpilihnya Topan, KORMI Kota Bandung kini memiliki ketua definitif untuk masa bakti 2026–2030. Tantangan berikutnya adalah menyusun kepengurusan, menjaga soliditas antar-Inorga, serta memastikan berbagai agenda olahraga masyarakat dapat berjalan.
"Selamat bekerja. KORMI Kota Bandung ada di tangan beliau dan seluruh Inorga. Saya dukung dari mana pun saya berada," ujar Prof. Ibo.
Editor : Rizal Fadillah
