Angkat Fenomena Cosplay Hantu Braga, Film Conjurig Hadirkan Kisah Pencarian Jati Diri

Mulki Albar
Film Conjurig. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Komika sekaligus aktor Anyun Cadel mengalami insiden saat menjalani proses syuting film Conjurig di Bandung. Anyun yang memerankan karakter Asep itu terkena mobil ketika menjalani adegan tabrakan yang semula dirancang menggunakan teknik perspektif kamera.

Sutradara Conjurig, Tubagus Deddy, menjelaskan adegan tersebut awalnya dirancang menggunakan teknik false perspective untuk menciptakan kesan seolah-olah karakter Asep tertabrak mobil. Namun, saat pengambilan gambar, posisi kaki Anyun sedikit keluar dari titik yang seharusnya hingga terkena kendaraan.

“Jadi itu syuting tabrakan, jadi false perspective, kamera gini kan. Dari mobil yang ini aman, ternyata mobil lain,” kata Tubagus Deddy saat ditemui di Bandung Indah Plaza Mall, Kamis (1/10/2026).

Akibat kejadian tersebut, proses syuting sempat dihentikan sementara. Anyun kemudian menjalani pengobatan dengan cara diurut. Beberapa hari setelah insiden, ia disebut sudah bisa kembali berjalan dan melanjutkan aktivitas syuting.

Anyun juga membenarkan kejadian tersebut dan mengaku mengalami tabrakan sungguhan saat adegan berlangsung.

“Nah, itu ada adegan ketabrak, saya ketabrak beneran itu tuh. Ketabrak mobil, kelindes ban mobil,” ujar Anyun.

Dalam film Conjurig, Anyun berperan sebagai Asep, anggota komunitas cosplay jurig atau hantu di Bandung. Ia mengaku karakter tersebut cukup dekat dengan kesehariannya yang senang bercanda dan menghibur orang lain.

“Sebenarnya Asep ini sama kayak Anyun di kehidupan sehari-hari, cuma ganti nama doang lah, yang senang menghibur, senang bercanda,” katanya.

Meski karakternya terasa dekat, Anyun tetap menghadapi tantangan saat harus tampil sebagai hantu dengan kepala buntung. Proses tata rias menjadi salah satu bagian yang membutuhkan waktu cukup lama.

“Make-up-nya itu tuh yang agak lama tuh. Kita harus dua jam lah ya. Apalagi Anyun pakai softlens yang merah, nah itu yang agak susah tuh,” tuturnya.

Terinspirasi Komunitas Cosplay Hantu di Braga

Film Conjurig disutradarai Tubagus Deddy dengan inspirasi dari komunitas cosplay hantu yang beraktivitas di kawasan Braga, Kota Bandung.

Menurut Deddy, komunitas tersebut memiliki latar belakang beragam. Sebagian menjadikan aktivitas cosplay sebagai sumber penghasilan, sementara yang lain melakukannya untuk bersenang-senang dan mengekspresikan diri.

Dari fenomena itu, ia mengembangkan cerita yang mempertemukan kehidupan para cosplayer dengan perjalanan pencarian jati diri.

Film ini mengikuti kisah Pi'it, yang diperankan Dito Darmawan. Setelah kehilangan pekerjaan dan menghadapi persoalan kehidupan pribadi, Pi'it kembali ke Bandung. Ia kemudian bertemu dengan Asep dan bergabung dengan komunitas cosplay jurig.

Dito mengatakan perjalanan Pi'it menggambarkan kebingungan yang kerap dialami anak muda ketika memasuki masa dewasa, terutama dalam menentukan pekerjaan, passion, dan menghadapi persoalan pribadi.

“Film ini bikin penonton akan relate sama kebingungan, apalagi yang usia-usia remaja menuju dewasa. Itu kan banyak mentoknya tuh sama pekerjaan, passion, atau kehidupan pribadi,” kata Dito.

Sementara itu, Shella Fernanda, pemeran Susan, mengaku Conjurig menjadi pengalaman pertamanya bermain dalam film layar lebar. Ia mengaku antusias ketika mendapat kesempatan tersebut melalui proses casting.

Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah membiasakan diri dengan logat Sunda yang digunakan dalam film. Ia juga mendapat arahan dari sutradara serta bantuan Dito untuk mendalami karakter.

Bagi Anyun, proses produksi di Bandung memberikan pengalaman tersendiri, terlebih beberapa lokasi syuting berada di kawasan Braga dan Jalan Asia Afrika yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya para cosplayer hantu.

“Senang banget. Pertama syutingnya di Bandung dan di Braga. Di Braga itu kan tempat yang buat kita nongkrong, tempat kita apa di situ. Dan kita tuh syuting di situ jadi udah kayak nongkrong,” ujar Anyun.

Film Conjurig dibintangi Dito Darmawan, Shella Fernanda, Anyun Cadel, Maizura, Ferry Maryadi, Mathias Muchus, Joe P Project, Trie Utami, dan sejumlah pemain lainnya.

Film produksi Global Borneo Entertainment bersama Bima Sakti Pictures dan Imagine tersebut mulai tayang serentak di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026.

Editor : Rizal Fadillah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network