Meski demikian, rasa frustrasi tersebut berhasil diredam berkat kehadiran orang-orang terdekat. Kobaran semangat dari keluarga tercinta, ditambah tekad membara di dalam dada untuk kembali mengenakan jersey kebanggaan warga Bandung, menjadi vitamin utama yang menjaga mentalnya tetap waras di masa-masa sulit.
“Kalau dukungan, support keluarga sih paling utama, dan juga karena mereka. Dari diri sendiri juga sama, untuk terus berjuang kembali,” pungkas Febri.
Nyala api di dalam diri Febri membuktikan bahwa mentalitas seorang juara tidak mudah padam hanya karena cedera parah. Seluruh elemen di skuad Maung Bandung, mulai dari jajaran arsitek tim, sesama pemain, hingga militansi suporter setia Bobotoh, terus mengirimkan energi positif agar sang winger segera merumput dan mengoyak jala lawan di kompetisi Liga 1.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
