Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan menyambut positif penyelenggaraan perdana BWC. Menurutnya, kehadiran festival tersebut memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu kota dengan ekosistem kreatif dan budaya yang kuat.
“Pemerintah Kota Bandung menyambut dengan sangat bangga kehadiran edisi perdana Bandung World Cinema. Kota ini selalu menjadi rahim bagi kreativitas, inovasi, dan komunitas seni yang kuat,” ujar Farhan.
Ia menilai kolaborasi tersebut juga dapat memberikan ruang bagi ekosistem perfilman lokal untuk berinteraksi dan mendapatkan inspirasi dari karya-karya film dunia.
Selain pemutaran film, BWC menghadirkan program edukasi *In Conversation With* pada 15–19 November 2026 di CGV Paris Van Java. Program tersebut mempertemukan pelaku perfilman dengan sineas muda dan komunitas film melalui sesi diskusi mengenai proses kreatif, keterampilan, hingga dinamika industri perfilman.
Puncak rangkaian komunitas akan berlangsung pada 21 November 2026 melalui Open Air Cinema di Taman Balai Kota Bandung. Program layar terbuka tersebut akan menampilkan kompilasi film pendek karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung.
Open Air Cinema juga akan memutar Lewat Djam Malam, film klasik karya Usmar Ismail yang telah direstorasi dan memiliki keterkaitan sejarah serta kultural dengan Kota Bandung.
Steering Committee BWC Pidi Baiq mengatakan festival tersebut tidak hanya ditujukan sebagai ruang pemutaran film, tetapi juga sebagai ruang berkumpul bagi masyarakat dan komunitas perfilman.
“Bandung itu kota yang romantis, menyenangkan, dan punya ikatan batin yang kuat dengan seni bercerita. Lewat BWC dan kolaborasi bersama The Panasdalam Pictures, kita ingin merayakan semangat itu,” kata Pidi.
Sementara itu, Executive Director BWC Frederica menyebut Bandung dipilih sebagai salah satu ruang ekspansi JWC karena memiliki basis sinefil dan audiens muda yang kuat.
“Bandung World Cinema adalah perpanjangan napas dari JWC, sekaligus wujud nyata dari komitmen kami bersama KlikFilm untuk mendemokratisasi akses terhadap world cinema,” ujarnya.
Frederica berharap kehadiran BWC dapat memperluas akses masyarakat terhadap film-film dunia sekaligus membawa semangat JWC ke lebih banyak daerah.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
