DPRD Jabar Minta Pemprov Benahi Sistem Finansial Usai Teken Kerja Sama dengan 65 RS

Aga Gustiana
Rumah Sakit Hasan Sadikin. (Foto: Dok. RSHS).

Soroti Diskriminasi Layanan, Jasa Nakes Rp20 Ribu, dan Antrean IGD

Di lapangan, penambahan mitra rumah sakit yang diproyeksikan mencapai 86 faskes dianggap belum menyentuh akar masalah utama, yakni ketimpangan perlakuan antara pasien BPJS dan non-BPJS akibat tersendatnya alur pembayaran klaim.

“Faktanya di lapangan masih terjadi perbedaan perlakuan layanan. Permasalahannya adalah sistem pembayaran dan keuangannya,” katanya.

Dampak dari kerumitan birokrasi pembayaran ini juga memicu defisit pengadaan obat serta berdampak langsung pada kesejahteraan tenaga medis. Dalam beberapa kasus, imbalan jasa medis untuk satu kali pemeriksaan tenaga kesehatan ditemukan berada di bawah Rp20.000.

Selain masalah finansial, minimnya daya tampung fasilitas darurat turut menjadi perhatian. Maulana mencontohkan situasi di RS Welas Asih, di mana pasien harus tertahan hingga berjam-jam di kursi roda akibat keterbatasan tempat tidur di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Fasilitas penunjang seperti rumah singgah bagi keluarga pasien tidak mampu milik Pemprov pun dinilai kurang terawat lantaran terdampak efisiensi anggaran operasional dan kebersihan.

Solusi Fundamental untuk Layanan Kesehatan Jabar

Maulana mendesak Pemprov Jawa Barat untuk memprioritaskan pembenahan komprehensif yang mencakup kejelasan struktur pembiayaan, percepatan pencairan klaim, peningkatan kesejahteraan nakes, hingga pemenuhan fasilitas dasar pasien.

“Urusan orang sakit di Jawa Barat tidak cukup hanya diselesaikan dengan memunculkan atau membanggakan perjanjian saja. Sejauh mana sistem keuangan dan pembayaran diperbaiki? Sejauh mana anggaran diperbesar dan berpihak nyata kepada masyarakat tidak mampu serta kesejahteraan tenaga kesehatan?” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa tolok ukur keberhasilan kebijakan publik terletak pada mutu pelayanan yang dirasakan langsung oleh warga di faskes, bukan pada lembar kesepakatan di atas kertas.

“Hal-hal fundamental itulah yang akan menentukan kualitas pelayanan kesehatan Jawa Barat ke depan,” pungkasnya.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network