"Yang menyuruh kita sebagai mitra melakukan pembangunan dan persiapan itu adalah BGN," katanya.
Dari anggota PMJB yang berkisar 6.000 mitra, menurutnya hingga saat ini terdapat 1.000 SPPG yang tak kunjung beroperasi.
"Kapan mulai beroperasinya? Kami sudah berinvestasi untuk program ini," kata dia.
Selain terkait dimulainya operasional, pihaknya pun berharap BGN merangkul para mitra dalam menentukan teknis pelaksanaan program MBG. Sebagai contoh, pihaknya mengingingkan agar setiap mitra SPPG tetap mendapatkan insentif sebesar Rp6 juta per hari.
"Kami ingin insentif dapur-dapur yang sudah berjalan tetap dikembalikan ke bentuk semula, Rp6 juta per hari," katanya. Terlebih, kata dia, jumlah itu bukanlah insentif melainkan bentuk pengembalian investasi dari BGN kepada mereka yang sudah membangun SPPG.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
