Demo Besar di Pusat Kota Bandung! Massa Sampaikan 4 Tuntutan, Jalan Sempat Ditutup

Mulki Albar
Massa aksi memblokade Simpang Lima Bandung, Selasa (20/10/2026). Foto: Mulki Albar.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Sejumlah massa aksi memblokade ruas Jalan Gatot Subroto tepatnya di kawasan Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Massa yang membawa spanduk berisi tuntutan bergerak dari Gedung Merdeka menuju kawasan Simpang Lima. Mereka sempat berhenti di depan Hotel Savoy Homann sebelum melanjutkan rangkaian aksi.

Di lokasi, sejumlah orator menyampaikan aspirasi secara bergantian dari atas mobil komando menggunakan pengeras suara. Aksi tersebut juga berdampak terhadap arus lalu lintas. Jalan Asia Afrika ditutup sementara, sedangkan kendaraan dialihkan melalui Jalan Sunda dan Jalan Lengkong Besar.

Perwakilan massa aksi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Anisa, mengatakan terdapat empat tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi tersebut. Tuntutan pertama berkaitan dengan penghentian monopoli dan perampasan tanah rakyat yang dinilai berkedok program ketahanan pangan dan transisi energi.

"Dan transisi energi yang telah menciptakan kerusakan lingkungan, kebakaran hutan serta perampasan ruang hidup rakyat berkedok ketahanan pangan dan transisi energi, hentikan ekspansi perkebunan skala besar serta jalankan reforma agraria sejati," ujar Anisa di lokasi aksi, Selasa (20/10/2026).

Tuntutan kedua mencakup pembatalan US-Indonesia Agreement on Reciprocal Trade (ART), penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) dan politik upah murah, serta penolakan kenaikan pajak dan harga kebutuhan pokok. Massa juga mendorong pembangunan industri nasional dan pelaksanaan reforma agraria.

Tuntutan ketiga berkaitan dengan pengelolaan anggaran negara. Massa mendesak penghentian pemborosan dan korupsi anggaran, serta meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG), TDM, dan proyek data negara dihentikan.

Mereka juga meminta anggaran kepolisian dan militer dipangkas untuk dialihkan ke pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama jaminan sosial, pendidikan, dan kesehatan.

Sementara itu, tuntutan keempat menyoroti diskriminasi oleh negara, kekerasan aparat, serta kriminalisasi terhadap masyarakat.

Anisa menyebut aksi tersebut melibatkan 16 aliansi dari berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa. Di antaranya warga Dago Elos, mahasiswa UPI, Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta sejumlah simpul organisasi, termasuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Setelah menyampaikan aspirasi di kawasan Simpang Lima, massa melanjutkan aksi dengan berjalan kaki menuju kawasan Asia Afrika, kemudian melewati sejumlah titik di pusat Kota Bandung.

Menurut Anisa, rangkaian kegiatan juga direncanakan diisi dengan pertunjukan teatrikal dan aksi budaya tradisional pada sore hari. Long march dijadwalkan berakhir di Jalan Braga Pendek.

Massa menargetkan aksi selesai pada sore hari dan peserta membubarkan diri agar arus lalu lintas di kawasan tersebut dapat kembali normal.



Editor : Rizal Fadillah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network