Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Digerebek, Polisi Sita 600 Ribu Butir Hexymer

Susana
Ilustrasi obat keras. Foto: Dok Humas Polresta Bandung.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Polrestabes Bandung mengungkap keberadaan pabrik obat keras ilegal di kawasan Pergudangan Bizpark, Kopo, Kota Bandung. Pabrik tersebut diduga mampu memproduksi hingga 8 juta butir obat per hari dengan jenis Hexymer dan Tramadol.

Pengungkapan ini membuka dugaan adanya jaringan produksi dan distribusi obat keras ilegal berskala besar. Dari lokasi penggerebekan, aparat menemukan bahan baku serta mesin pencetak yang memiliki kapasitas produksi hingga jutaan butir setiap harinya.

Polisi juga mengamankan sekitar 600.000 butir obat Hexymer yang siap diedarkan. Temuan tersebut menjadi bagian dari pengusutan terhadap peredaran obat keras ilegal yang distribusinya diduga menjangkau sejumlah wilayah di luar Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki mengatakan, kemampuan produksi pabrik diketahui berdasarkan peralatan yang ditemukan di lokasi.

“Kalau melihat alat-alat yang ada, pabrik ini bisa mencetak sampai 8 juta butir per hari. Distribusinya tidak hanya di wilayah Jawa Barat saja, tetapi juga mengincar pasar luar daerah seperti Jakarta,” ujar Hengki.

Pabrik Obat Ilegal di Kopo Terungkap dari Penangkapan Kurir

Kasus pabrik obat keras ilegal di Kopo tersebut bermula dari penangkapan seorang kurir di KM 125 Tol Purbaleunyi. Saat ditangkap, kurir itu diketahui membawa 600.000 butir obat keras jenis Hexymer yang diduga akan dikirim ke Jakarta.

Dari penangkapan tersebut, aparat kemudian menelusuri asal obat yang dibawa kurir hingga mengarah pada sebuah lokasi di kawasan Pergudangan Bizpark, Kopo, Kota Bandung.

Pengembangan penyelidikan berujung pada penggerebekan lokasi yang diduga menjadi tempat produksi obat keras tanpa izin tersebut. Di dalamnya, petugas menemukan mesin pencetak obat, bahan baku, serta obat-obatan yang siap diedarkan.

Temuan itu mengindikasikan bahwa lokasi tersebut tidak sekadar digunakan untuk menyimpan obat, tetapi juga diduga menjadi tempat produksi dalam jumlah besar.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network