Resmi Dilantik di Gedung Merdeka, PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis dan Kritis Pemerintah

Aga Gustiana
Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Jawa Barat periode 2026-2031 resmi dilantik. (Foto: Ist)

Siap Jadi Mitra Strategis sekaligus Kritis Pemerintah Daerah

Menanggapi pandangan tersebut, Ketua DPD PA GMNI Jawa Barat terpilih, Ineu Purwadewi Sundari, menyatakan bahwa konsolidasi wadah alumni di wilayah Jabar telah rampung. Pihaknya siap mengambil peran sebagai mitra pemerintah yang konstruktif namun tetap kritis. Potensi alumni yang tersebar di berbagai sektor akan dioptimalkan demi merumuskan solusi atas beragam persoalan publik.

"Kami sepakat menjadi mitra strategis dan kritis terhadap pemerintah daerah. Alumni GMNI di Jawa Barat multi-profesi dan multi-keberagaman, sehingga kami menyatukan itu menjadi ide gagasan yang berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Barat," ungkap Ineu.

Ia menekankan bahwa fokus masukan dan dialog PA GMNI nantinya akan menitikberatkan pada isu-isu krusial seperti pemerataan fasilitas kesehatan, keterjangkauan pendidikan, hingga penanganan resiko bencana lingkungan. Dipilihnya Gedung Merdeka pun memiliki makna simbolis yang mendalam bagi arah pergerakan organisasi.

"Di Gedung Merdekalah lahir pemikiran bangsa oleh Bung Karno dan negara-negara Asia-Afrika dalam menciptakan kedaulatan. Kami berharap ini menjadi penguatan komitmen alumni GMNI untuk Jawa Barat," tambah Ineu.

Menghadapi Tantangan Era Digital dan Polarisasi Informasi

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPD PA GMNI Jawa Barat, Adiyana Slamet, menggarisbawahi adanya keselarasan visi atau "satu tarikan nafas" antara gagasan pemikiran Gubernur dengan prinsip dasar Marhaenisme, terutama dalam memelihara ruang hidup warga Sunda serta merespons era gempuran teknologi.

"Gubernur Jawa Barat dan PA GMNI satu tarikan nafas dengan cita-cita Marhaenisme. Pertama berkaitan dengan ruang hidup masyarakat Sunda yang terbangun dalam ruang adat. Kedua, ancaman era geocybernetics berupa filter bubble, echo chamber yang erat kaitannya dengan algoritma yang bisa membunuh proses berpikir masyarakat, dan mendekonstruksi nilai nilai Marhaensime" jelas Adiyana.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network