BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Suasana di ruang bersejarah Gedung Merdeka, Kota Bandung, kembali bergetar oleh semangat kebangsaan pada Sabtu (24/10/2026). Di tempat bersejarah tersebut, jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Jawa Barat untuk masa bakti 2026–2031 resmi dilantik secara khidmat.
Momen pengukuhan kepengurusan baru ini menjadi titik pijak penting bagi para alumni untuk mempertegas komitmennya dalam mengawal arah kebijakan pembangunan Jawa Barat yang berbasis pada keberpihakan rakyat kecil dan akar budaya lokal.
Dedi Mulyadi: Marhaenisme Harus Wujud Nyata Proteksi Tradisi dan Lingkungan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa gagasan besar Marhaenisme maupun sosialisme Indonesia tak boleh sekadar berhenti di tataran wacana. Penerapannya harus dirasakan langsung oleh masyarakat adat dan tercermin dari kelestarian lingkungan hidup.
"Kalau kita bicara tentang Marhaenisme dan sosialisme, ya harus berpihak pada tradisionalisme. Kemurnian bangsa ini ada pada masyarakat adat dan tradisi. Lindungi tradisinya agar tidak habis ruang gerak hidupnya, wilayah hutannya harus terjaga, dan sumber mata airnya harus tersedia," ujar Dedi Mulyadi usai menghadiri pelantikan di Gedung Merdeka, Bandung.
Selain penataan ruang hidup dan alam, Dedi memaparkan agenda prioritas Pemprov Jabar dalam memberikan jaminan sosial mendasar, seperti kemudahan akses berobat cukup berbekal KTP serta pembebasan biaya pendidikan hingga jenjang SMK. Langkah proteksi ini bakal diperluas secara masif mulai tahun 2027.
"Tahun 2027 ada 5,4 juta kepala keluarga yang akan kita lindungi kesehatannya, hari tuanya, kecelakaan kerjanya, dan santunan kematiannya. Ini bagian dari strategi negara tentang sosialisme. Pendidikan gratis juga sebuah kesadaran, tugas negara untuk memenuhinya," tegasnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
