BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Jalan rusak di Kampung Cimeta, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dikeluhkan oleh warga.
Selain menghambat aktivitas ekonomi atau pendidikan warga, akibat kondisi jalan yang rusak itu kerap mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Seperti pengendara motor yang terjatuh di jalan berlubang atau tabrakan.
Informasi yang dihimpun di lapangan, Jalan Kampung Cimeta sudah lebih dari dua tahun tidak tersentuh perbaikan. Padahal akses jalan ini merupakan urat nadi aktivitas sehari-hari bagi warga beberapa desa.
Seperti dari Desa Pasirlangu, Desa Cipada, dan Desa Kertawangi yang akan menjual hasil panen sayuran atau ternak mereka ke pasar. Termasuk akses ke objek wisata untuk hiking ke Gunung Burangrang ataupun ke Glamping Mahkota Sangkuriang.
Jalan ini sempat diperbaiki dengan menggunakan aspal hotmix dari dana desa, namun tidak bertahan lama. Curah hujan yang tinggi membuat permukaan jalan cepat tergerus dan rusak.
Adapun usulan pembetonan permanen yang telah diajukan melalui Musrenbang tingkat kecamatan dan kabupaten belum juga terealisasi. Kondisi tersebut terimbas dengan adanya efisiensi anggaran dari pusat ke daerah.
Tergerak melihat kondisi jalan yang sudah lama rusak, tokoh masyarakat Desa Tugumukti, Deden Arida bersama-sama dengan warga berinisiatif dan bergotong royong untuk memperbaiki jalan secara swadaya.
"Perbaikan jalan ini swadaya, gotong royong masyarakat, dengan uang pribadi tanpa bantuan pemerintah. Rencananya jalan yang diperbaiki dengan dibeton sepanjang total 500 meter," kata Deden kepada wartawan saat ditemui di sela-sela proses perbaikan jalan, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, karena akses jalan di Kampung Cimeta ini sangat vital bagi aksesibilitas warga sehari-hari maka selama proses perbaikan jalan tidak ditutup total.
Pekerjaan disiasati dengan mengerjakan setengah badan jalan terlebih dahulu, agar kendaraan tetap bisa melintas meski harus bergantian.
"Delapan truk molen disiapkan untuk perbaikan tahap pertama ini, empat truk untuk perbaikan di kanan dan empat truk memperbaiki di kiri. Targetnya dua minggu jalan ini selesai dan bisa dibuka secara normal," ucapnya.
Pihaknya bersama warga berharap agar pemerintah dapat memprioritaskan penanganan infrastruktur jalan hingga ke pedesaan, yang berdampak langsung pada kehidupan ekonomi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama Kepala Desa Tugumukti, Nandang Suherman menyebutkan, kerusakan jalan di Kampung Cimeta dan Kampung Cibolang yang membentang dari RW 09 sampai RW 13 total sepanjang 1.450 meter dengan lebar 3 meter.
Jalan desa ini menghubungkan Desa Tugumukti dengan Desa Kertawangi dan Desa Pasirlangu, serta melayani akses tiga wilayah dusun dan tiga rukun warga.
Berdasarkan perhitungan untuk perbaikan jalan dengan dibeton sepanjang 1.450 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 20 sentimeter membutuhkan anggaran sekitar Rp1,8 miliar.
"Itu sudah kami ajukan lewat Musrenbang, terus ke fraksi-fraksi di DPRD KBB, tapi belum ada bantuan turun," ucapnya.
Diakuinya jalan di wilayah ini cepat rusak akibat dilalui kendaraan dengan tonase yang berat. Apalagi ketika terjadi longsor di jalur utama pada September 2021, akses jalan di Kampung Cimeta jadi jalan alternatif kemdaraan dari arah Cisarua ke Ngamprah, Cikalongwetan, atau ke Parongpong dan Lembang.
"Semoga dengan perbaikan swadaya ini bisa membuat akses warga lebih lancar dalam aktivitas kesehariannya, sambil menunggu penanganan jangka panjang dari pemerintah daerah," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
