Antisipasi Permintaan Jelang Tahun Baru, Dispernakan KBB Targetkan Produksi Ikan Naik di Akhir Tahun

Adi Haryanto
Dispernakan KBB menargetkan produksi ikan kolam jaring apung dan kolam air tenang kembali meningkat di triwulan IV mengingat biasanya menjelang tahun baru permintaan ikan segar selalu naik. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Sepanjang musim kemarau tahun ini, produksi ikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami penurunan.

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB produksi ikan sampai triwulan III 2026 (Januari - Agustus) mencapai sekitar 28.748 Ton. Angka itu masih dibawah dari target 29.648 ton atau sekitar 3% pada bulan Agustus 2026.

"Penyebab turunnya produksi ikan akibat kemarau panjang, debit air menjadi berkurang sehingga sumber air, sungai, kolam maupun waduk menurun. Imbasnya volume budidaya ikan jadi berkurang," terang Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Wiwin Aprianti didampingi Kepala Bidang Perikanan Dispernakan KBB, Dindin Rustandi, Selasa (27/10/2026).

Wiwin menjelaskan, dengan berkurangnya lahan budidaya tentunya sangat berpengaruh terhadap produksi ikan. Diprediksi produksi ikan akan kembali meningkat ketika musim hujan tiba antar bulan November- Desember.

Upaya mitigasi yang dilakukan agar produksi ikan kembali meningkat di akhir tahun adalah dengan memperhatikan pola tabur benih. Termasuk  menjaga kualitas air serta terus memantau kondisi cuaca mengantisipasi fenomena upwelling atau umbalan.

"Harapannya produksi ikan kembali meningkat di akhir tahun, apalagi biasanya permintaan ikan menjelang pergantian tahun selalu meningkat," ucap Wiwin.

Kepala Bidang Perikanan Dispernakan KBB, Dindin Rustandi menambahkan, akibat penurunan produksi ikan keuntungan yang didapat pembudidaya ikan juga menurun.

Terlebih harga pakan ikan justru mengalami kenaikan sekitar Rp500/kg dalam beberapa bulan terakhir dari Rp13.000 menjadi Rp13.500.

Sementara harga jual ikan di tingkat petani tidak mengalami perubahan. Nila hitam tetap Rp25.000/kg, nila merah Rp26.000–Rp27.000/kg, ikan mas Rp30.000–Rp32.000/kg, dan patin Rp10.000–Rp15.000/kg.

"Margin keuntungan peternak berkurang karena hasil panen turun, sementara biaya pakan naik Rp500/kg dalam beberapa bulan terakhir," ucapnya.

Dindin melanjutkan, penurunan produksi ikan di KJA terlihat jelas dari data triwulan III tahun 2026. Pada Juli, produksi masih mencapai 3.431 ton, turun menjadi 3.235 ton pada Agustus, dan merosot ke 2.941 ton pada September.

Begitupun dengan produksi ikan di air tenang juga mengalami penurunan tajam, yakni 631 ton di Juli, 350 ton di Agustus, dan 360 ton di September. Kendati begitu pihaknya optimis produksi ikan akan kembali meningkat menjelang akhir tahun nanti. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network