BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - SDN 075 Jatayu dan SDN 021 Ciporeat tampil sebagai juara kompetisi sepak bola putri kelompok umur (KU) 10 dan KU 12 pada MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 1 2026-2027 yang digelar pada 28 Oktober hingga 1 November 2026.
DI KU 10, SDN 075 Jatayu tampil sebagai juara, setelah di partai final yang digelar di Lapangan Seskoad, Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, Minggu (1/11/2026), mengalahkan SDN 065 Cihampelas dengan skor 2-1. Dua gol SDN Jatayu dicetak Felisha Mikhayla Hernawan pada menit 15 dan 18, sementara gp; SDN Cihampelas dicetak Nefi Putri Seftian di mneit 17.
Sebelumnya di babak Semifinal, SDN Jatayu mengalahkan SDN 091 Cibeureum lewat adu penalti dengan skor 3-2 (1-1), sementara SDN Cihampelas menekuk MIS Darussalam juga lewat adu penalti dengan skor 4-3 (2-2).
Sedangkan di KU 12, SDN 021 Ciporeat di final mengalahkan SD Pelita dengan skor2-1. Dua gol SDN Ciporeat masing-masing dicetak Kayla Anisa Salsabila pada menit 13 dan Shafira Ramadhani menit 14. Sedangkan gol SD Pelita dilesakkan Annisa Febriany. Sebelumnya, SDN Ciporeat melaju ke final, setelah di semifinal mengalahkan SDN 043 Cimuncang B dengan skor 2-1, sementara SD Pelita membantai SDN 188 Bandung Baru 6-0.
Head Coach SDN 021 Ciporeat Muhammad Hilal Azhary mengaku sempat terkejut timnya berhasil menapaki podium tertinggi. Terlebih lagi, laga final merupakan partai terberat mengingat mereka harus berjumpa dengan SD Pelita yang memiliki catatan impresif sejak fase grup.
Ia menilai, kemenangan skuat asuhannya tak lepas dari proses panjang yang dijalani para pemain. Setelah beberapa kali gagal menjejakkan kaki di partai final di seri-seri sebelumnya, para pemain berbenah, melakukan evaluasi hingga memperbaiki teknik serta mental ketika berlaga di arena. Kedisiplinan dan kesediaan mereka menjalani berbagai program latihan, termasuk latihan fisik, menjadi salah satu kunci keberhasilan tim.
"Di partai final ini kami fokus di defense karena lawan memiliki teknik yang bagus sembari kami memberi perlawanan ke jantung pertahanan lawan. Alhamdulillah anak-anak mampu mengikuti strategi yang diberikan pelatih. Hasilnya maksimal, kami bisa juara," ujar Hilal kepada wartawan seusai upacara penghormatan pemenang (UPP) di Lapangan Seskoad, Minggu (1/11/2026).
"Ini adalah hasil dari proses yang dijalani para pemain. Mereka latihan tiga sampai empat kali seminggu, tetapi tidak pernah mengeluh ketika diberikan latihan fisik maupun program lainnya. Mereka tetap menerima dan menjalani semua proses latihan," sambungnya.
Sedangkan Kapten tim SDN 021 Ciporeat, Septi Nurfitriani mengaku bangga bisa tampil sebagai juara di kompetisi bergengsi ini. Ia menyebut laga partai berlangsung seru sekaligus sulit. Namun, berbekal pertandingan di babak perempat final yang juga menguras energi, membuat ia dan timnya tak gentar menghadapi SD Pelita yang difavoritkan menjadi juara.
“Pada perempat final, kami juga bertemu lawan yang sulit. Bahkan, kami sempat ingin menyerah, tapi orangtua menyemangati kami hingga akhirnya kami meraih kemenangan demi kemenangan hingga ke final. Kami senang bisa jadi juara MilkLife Soccer Challenge,” imbuh dia.
Wadah Pembinaan Pesepak Bola Putri Usia Dini
Gelaran MLSC yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini mendapatkan antusiasme tinggi dari tim-tim SD dari wilayah Bandung dan sekitarnya. Tercatat, untuk KU 10 diikuti 43 tim yang kemudian dibagi menjadi 4 grup. Sementara di KU 12, antusiamenya lebih tinggi lagi, yakni diikuti 99 tim yang dibagi dalam 12 grup.
Dari fase grup yang menggunakan sistem setengah kompetisi tersebut, untuk KU 10 langsung masuk ke babak 16 Besar lalu perempat final, semifinal, dan final. Sedangkan di KU 12, karena peserta lebih banyak, pada fase knock-out, terlebih dulu masuk babak 32 Besar hingga akhirnya ke final.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Satia Chandra Wiguna memaparkan, kualitas pesepak bola putri dan permainan MLSC Bandung Seri 1 2026-2027 menunjukkan perkembangan menggembirakan. Menurut Chandra, munculnya juara baru di Bandung, baik di KU 10 dan KU 12, menjadi salah satu indikator semakin meratanya kualitas para peserta. Adapun seri Bandung kali ini diikuti oleh 1.517 siswi SD dan MI dari 78 sekolah yang tergabung di 43 tim KU 10 serta 99 tim KU 12.
"Di Bandung kualitas peserta dan permainan mereka meningkat. Ini terlihat dari adanya juara baru untuk KU 10 dan KU 12. Hal ini semakin menguatkan kami bahwa Bandung memang memiliki tradisi sepakbola yang kuat, tidak hanya di sektor putra tapi juga sektor putri. Tentunya ini menjadi angin segar bagi pembinaan sepakbola putri usia dini di Indonesia,” ujar Chandra.
Munculnya bibit-bibit berkualitas di Kota Kembang menambah optimisme terhadap materi pemain yang akan mengisi skuad MilkLife Soccer Challenge All Stars Bandung. Tim talent Scouting All Stars Bandung, Yeri Permadi mengatakan saat ini ia beserta timnya mulai mengumpulkan dan mengurasi pemain-pemain potensial yang akan bergabung dalam program extra training, sebuah program latihan intens lanjutan yang dipersiapkan bagi skuad yang akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge All Stars 2027 yang akan berlangsung di Kudus, Jawa Tengah.
“Kami memiliki banyak talenta baru sehingga tim scouting juga harus bekerja lebih cermat. Bandung bisa kita klaim sebagai salah satu gudang talenta sepak bola putri. Banyak bakat terpendam yang perlu mendapatkan wadah pembinaan. Jadi kami akan berusaha sebaik mungkin memilih pemain yang cocok untuk ikut di MLSC All Star 2027. Kami berterima kasih kepada MilkLife dan Bakti Olahraga Djarum Foundation yang sudah menghadirkan kompetisi ini sehingga anak-anak memiliki tempat untuk berkembang," ungkapnya.
Extra training akan melibatkan sekitar 40 peserta terbaik dari dua seri di setiap kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Mereka akan mendapatkan latihan tambahan satu kali dalam sepekan guna menajamkan teknik dan bakat mereka mengolah si kulit bundar di lapangan hijau sebelum akhirnya terpilih untuk membela kota mereka di ajang MilkLife Soccer Challenge All Stars.
Pemenang MilkLife Soccer Challenge Seri 1 Bandung Seri 1 2026 - 2027
Kategori Umur 10
Champion : SDN 075 Jatayu
Runner-up : SDN 065 Cihampelas
Semifinalis : SDN 091 Cibeureum Kota Bandung dan MIS Darussalam
Top Scorer : Felisha Mikhayla Hernawan (SDN 075 Jatayu), Glory Grennita Melani Utama (SDN Cipada Cikalong Wetan), Nefi Putri Seftian (SDN 065 Cihampelas) - 15 Gol
Best Player : Ravika Marwah Larasanti (MIS Darussalam)
Best Goalkeeper : Balqis Azzahra Putri (SDN 065 Cihampelas)
Fairplay Team : SDN Cipada Cikalong Wetan
Kategori Umur 12
Champion : SDN 021 Ciporeat
Runner-up : SD Pelita
Semifinalis : SDN 043 Cimuncang dan SDN 188 Bandung Baru
Top Scorer : Naquita Syahmina Guntara (SD Pelita) - 22 Gol
Best Player : Khansa Nafa Talitha (SD Pelita)
Best Goalkeeper : Adzkia Nabila Habibah (SD Pelita)
Fairplay Team : SDN 035 Soka. (*)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
